Pemerintah Tidak Peka Pariwisata Tidak Berkembang

76
0

BHARATANEWSS.ID | PARIWISATA Jogjakarta kian melambung. Pariwisata menjadi magnet kuat. Dukungan dari seluruh elemen yang membuatnya semakin dikenal. Meski sempat mati suri, tepat 25 Oktober ini di mana Merapi berubah status dari siaga ke awas yang akhirnya meletus pada 26 Oktober 2010. Bagaimana peran Jogja Travel Mart dalam hal ini?

DIGELAR sejak 20-23 Oktober, di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Jalan Raya Janti, Banguntapan, Bantul, Jogjakarta. Kaltim Postdiajak owner Trans Borneo Travel and Tour, Joko Purwanto menyaksikan langsung event akbar tersebut di hari kedua kegiatan, Sabtu (22/10). Ramai. Terlebih jelang akhir pekan. Mulai pelajar hingga umum tampak membanjiri area. Demi menyaksikan Jogja Travel Mart 2016.    

Udhi Sudiyanto, ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jogjakarta menuturkan, berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini rangkaian acara diisi beragam pertunjukan seni budaya Indonesia dan juga dari negara peserta East Asia Interregional Tourism Forum (EATOF), sehingga disingkat JETM (Jogja EATOF Travel Mart) 2016.  

EATOF merupakan organisasi regional di kawasan Asia yang beranggotakan 12 daerah di negara Asia Timur dan Asia Tenggara untuk mengembangkan serta mempromosikan pariwisata di masing-masing daerah tersebut. Beberapa yang ikut serta ialah Mongolia, Vietnam, Tiongkok, Filipina, Korea, dan Malaysia. Selain itu, para chef-chef hotel berbintang unjuk kebolehan dan menyajikan langsung hidangan bagi para pengunjung.

“Tidak hanya dua kegiatan, general assembly dan EATOF tapi kami juga mengadakan save the heritage, culinary festival, dan exhibition. Melalui save the heritage diharapkan masyarakat lebih mencintai kebudayaan. Kenapa kok Jogjakarta lebih dikenal saat ini? Karena heritage, peninggalan sejarahnya yang begitu unik dan fun. Serta berkat kepedulian dari seluruh sektor. Inilah yang dibutuhkan agar pariwisata berkembang,” tuturnya.   

Dibuka untuk umum, sehingga seluruh masyarakat dapat menikmatinya tanpa pungutan biaya masuk. Berbagai macam pertunjukan kesenian ditampilkan, tak hanya dari Jogjakarta tapi juga anggota EATOF. Berupa tarian hingga musik. Tahun ke tujuh gelaran JTM, Udhi merasa berbangga, sebab event berjalan lancar, yang diikuti hampir 150 buyerdan 120 seller.

Animo tersebut melebihi dari ekpetasinya. Tingginya peminat membuat ia berkomitmen bakal menggaet lebih banyak lagi peserta. Setidaknya ada 35 buyerlokal, di antaranya datang dari Kaltim meski diakui tidak sebanyak tahun lalu. Sisanya datang dari 15 negara, seperti Malaysia, Singapura, Polandia, Thailand yang dua tahun terakhir ini juga diikuti Belanda dan Australia. (kaltim.prokal.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here