Pasar Inai Penopang Sektor Pariwisata

37
BERBAGI

BHARATANEWS.ID | PARIWISATA – Usaha Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau untuk memajukan ekonomi masyarakatnya patut diacungi jempol. Kabupaten yang sebentar lagi berulang tahun yang ke 17 ini memang mengunggulkan pariwisata untuk menunjang ekonomi masyarakat, yaitu dengan menetapkan beberapa desa menjadi desa wisata, yaitu mengandalkan wisata budaya, wisata alam(ecotourism), dan wisata lainnya, termasuk yang terbaru adalah wisata belanja yaitu dengan membangun Pasar Inai untuk berjualan hasil pertanian di desa dan hutan asli dari Malinau.

“Sesuai dengan motto Malinau, desa dan kota membangun bersama, masyarakat desa bisa berakses, beraktivitas di kota dan menjadi kekuatan pembangunan kita. Sebagaimana tekad kita, komitmen kita membangun Malinau dari sektor kepariwisataan dan kita harapkan pasar ini (Pasar Inai, Red) menjadi salah satu penopang sektor pariwisata,” ujar Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi saat memberikan arahan dan sambutan pada acara peresmian Pasar Inai, Desa Kuala Lapang, Jumat (21/10) lalu.

Dikatakannya, Pasar Inai yang berada di komplek Pasar Gerdema dan memiliki bangunan sendiri ini memang ditempatkan menyatu dan tujuannya tidak lain untuk memperlihatkan potensi-potensi asli yang datang dari desa. Sebab itulah, dia mengingatkan kepada para inai-inai (ibu-ibu pedagang, Red) untuk menjadi perhatian agar tidak menjual jualan bukan hasil atau produk dari desanya.

Bupati menegaskan, untuk pedagang yang saat peresmian masih ada yang menjual bukan hasil dari desa dan hutan, masih ditoleransi saat itu. Tapi untuk hari berikutnya harus berjualan hasil lokal. “Ya kalau hari ini toleransi lah, (21/10), tolong jangan bernafsu untuk berjualan dengan barang-barang yang lain, seperti bayam yang dari kota. Ya mohon maaf saja, karena kita ingin keunikan. Saya harapkan inai-inai pertahankan itu,” tegasnya.

Dengan keunikan Pasar Inai ini, jelas Bupati, maka akan menjadi potensi kewisataan Kabupaten Malinau. Sedangkan untuk pasar-pasar lainnya, tidak masalah bertumbuh kembang seperti umumnya pasar, namun sekali lagi ditegaskannya, untuk Pasar Inai, wajib hasil dari lokal.

“Jadi pertahankan potensi yang dijual di sini adalah hasil dari desa, jangan beli dari kota. Mohon maaf saja kalau nanti beli dari kota, saya suruh keluar nanti dari pasar ini. Karena tujuan pasar ini adalah untuk mengembangkan potensi di desa kita. Sekarang ini yang berjualan di sini adalah dari Batu Kajang dan Setulang, nanti kalau ada dari desa-desa sekitar yang mau juga berjualan dengan dagangan hasil asli desa silakan. Pak Sekda, nanti diatur,” tukasnya. (PROKAL.CO)