Mengenal Gaya Hidup Dan Wisata Bengkulu Lewat Buku

70
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Bisnis – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan budaya atau keindahan wisata suatu daerah kepada masyarakat luas antara lain melalui promosi iklan, penulisan buku, atau produksi pembuatan film.

Andrea Hirata misalnya, pria asal Belitung ini sukses mempromosikan wisata di kota kelahirannya Bangka Belitung melalui novel Laskar Pelangi yang kemudian difilmkan dengan judul sama.

Hal ini tak ayal mendongkrak jumlah wisatawan ke Belitung hingga berkali lipat. Hal serupa tampaknya ingin dilakukan Maya Miranda Ambarsari, putri daerah Bengkulu yang kini sukses menjadi pengusaha pertambangan dan properti di Jakarta ini ingin sekali memperkenalkan keindahan alam dan budaya Bengkulu melalui buku berjudul “Bengkulu, I Adore!”

“Saya sangat bangga menjadi putri daerah Bengkulu karena Bengkulu ini sangat indah dan saya sangat ingin mempromosikan wisata Bengkulu. Salah satu caranya ya melalui buku sehingga masyarakat bisa semakin kenal dengan Bengkulu dan menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata,” tuturnya, Senin (24/10/2016).

Rencananya, buku yang saat ini masih dalam proses penulisan tersebut akan diterbitkan dalam waktu 6 bulan ke depan. Tidak hanya mengangkat potensi wisata, wanita kelahiran 1973 ini juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat mengenai seni dan budaya khas Bengkulu. Menurutnya, Bengkulu yang begitu kaya dengan berbagai keindahan alam, seni dan budaya ini harus lebih diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Jika wisatanya berkembang, banyak turis yang berkunjung ke sini. Pasti akan ada efek berganda yang dihasilkan, akan banyak investor membangun Bengkulu,” ujarnya Beberapa potensi wisata Bengkulu yang sayang untuk dilewatkan ialah Pantai Panjang, Pantai Jakat, Pantai Tapak Paderi, Pulau Tikus, Fort Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno, hingga keindahan floral Bunga Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai.

Di samping itu, Bengkulu juga memiliki acara tahunan yang menarik yaitu Festival Tabot. Festival ini dihelat masyarakat Bengkulu (keluarga keturunan Tabot) sejak abad ke-14 untuk memperingati wafatnya Imam Hussain, cucu Nabi Muhammad saw yang meninggal di Karlaba, Irak. Festival ini sangat unik dan menarik kaeran dipenuhi serangkaian kegiatan yang bersifat ritual dan kolosal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here