Memperingati 40 Tahun Berkarya, Sirkus Barock Konser di Yogyakarta

45
SHARE

BHARATANEWS.ID – Memperingati ulang tahunnya yang ke-40, kelompok musik legendaris Sirkus Barock segera konser di Yogyakarta pekan ini.

Pagelaran musik yang rencananya diselenggarakan pada Kamis, 27 Oktober 2016 di Taman Budaya Yogyakarta akan menggandeng musisi papan atas negeri ini antara lain Toto Tewel & Friends, Joel Tampeng (Angin Timur), Bagus Mazasupa (Bulan Jingga), Ucok Hutabarat (NOS), Sinung Garjito (Semendelic), Hasnan Hasibuan (Fonticello), Denny Dumbo (Nusa Etnik), Giana Sudaryono, Endy Baroque (Brightsize Trio) serta Barock Squad String.

Selama berkecimpung di dunia seni, kelompok yang bermula dari Komunitas Arek-Arek Suroboyo ini sudah menghasilkan lagu-lagu hits, antara lain Balada Pengangguran, Padang Kehidupan, Anak Setan, Rajawali, Bukan Debu Jalanan, serta Lagu Anak Negeri. Sedangkan nama Sirkus Barock sendiri menurut Sawung Jabo berasal dari kata “Sirkus” dan “Baroque”. “Waktu itu saya beli tiket sirkus sama anak saya. Saya rasakan kok sama ya semangat berkeliling dari satu tempat ke tempat lain seperti pemain sirkus,” katanya. Kalau Barock itu, lanjutnya dari kata Baroque atau era musik sebelum musik klasik. 

Sawung Jabo yang membidani lahirnya kelompok ini bakal mempersembahkan karyanya kepada publik mulai pukul 19.30 WIB di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta. Jalan Sriwedani No.1, Yogyakarta. Dalam kesempatan jumpa pers pada Selasa (25/10) Fery Andrian, manajer Sirkus Barock mengatakan, untuk bisa menikmati pertunjukan musisi legendaris ini pengunjung diharapkan membeli keping compact disc seharga Rp. 50 ribu. Ia mengatakan tujuan konser peringatan 40 tahun ini ialah mengajak masyarakat menikmati musik secara santai dan menonjolkan rasa kekeluargaan sembari menikmati karya-karya Sawung Jabo.

Selain itu, ia mengharapkan penonton datang sebelum pertunjukan dimulai. “Mohon maaf, konser akan dimulai tepat waktu. Pukul 19.30 WIB. Bukan ditulis setengah delapan, lalu mulai jam delapan,” katanya.

Sedangkan menurut musisi senior Djaduk Ferianto, Sirkus Barock merupakan sebuah cerminan dari perjalanan panjang di dunia musik. “Dan kontribusi Jabo (Sawung Jabo) sangat penting bagi perkembangan musik di Yogyakarta dan Indonesia,” katanya. “Karena sekarang sudah tidak ada lagi model yang seperti ini.”

Ia menceritakan, dulu, sekitar tahun 1970-an, Djaduk masih ikut festival-festival. “Jabo dan Tanto (teman satu angkatan di ISI Yogyakarta) sudah menjadi dewa-dewa dan rujukan kita,” katanya. Suasana yang berbeda, lanjutnya, dalam peta musik di Yogyakarta yang sekarang sudah mulai bergeser ialah semangat “nggetih” atau sungguh-sungguh dan penuh totalitas saat memilih musik sebagai jalan hidup. (GUDEG.NET)

“Kecuali Jabo yang masih bertahan dalam konsep pilihan itu,” katanya. “Dan Bengkel Teater (pernah dihidupi Sawung Jabo dan almarhum WS. Rendra) memiliki kontribusi juga.” Di akhir komentarnya, Djaduk memberi pesan, terus berkarya dan selalu sehat bagi Sawung Jabo agar muncul “Jabo-Jabo” yang lain.