Mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Ditahan

50
0

BHARATNEWS.ID |JAKARTA, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Menteri Kesehatan RI 2004-2009, Siti Fadilah Supari, yang terjerat kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Pusat Masalah Kesehatan pada Departemen Kesehatan dari dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) revisi APBN Pusat Penanggulangan Krisis Depkes tahun anggaran 2007.

“Guna kepentingan penyidikan, tersangka ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Wanita Pondok Bambu,” kata Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, kemarin.

Siti mengatakan bahwa dirinya menjadi korban kriminalisasi dalam kasus tersebut. Dirinya membantah pernah menerima suap dalam bentuk Mandiri Travellers Cheque (MTC) seperti yang dituduhkan.

“Ini tidak adil, saya dituduh menerima, wong saya tidak menerima. Ini benar-benar kriminalisasi,” tegas Siti saat keluar dari Gedung KPK dengan menggunakan rompi tahanan KPK.

Bahkan dirinya menduga telah menjadi korban untuk menutupi kasus-kasus yang lebih besar. “Dan jangan teman-teman media, kasus saya untuk menutup kasus yang lebih besar. Jangan pengalihan isu pakai isu saya,” tegasnya.

Dirinya mengatakan bahwa pemeriksaan yang dijalani sebelum ditahan sama sekali tidak menyentuh kepada pokok permasalahan kasus. “Tidak ditanya apa-apa, hanya ditanya kenal ini, kenal itu atau tidak, lalu ditahan. Belum sampai ke pokok perkara. Saya merasa ini tidak adil,” tandasnya.

Siti kembali membantah telah menerima suap yang dituduhkannya. “Saya dituhan menerima Travellers Cheque, padahal saya tidak menerima, dan tidak ada yang dituduh sebagai pemberi. Kemudian tidak ada bukti saya menerima,” dalihnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada Presiden Jokowi untuk bisa menjadi presiden yang adil dan menjadikan Indonesia benar-benar sebagai negara hukum.

“Pak Jokowi saya harap jadi presiden yang adil dan negara kita jadi nagara hukum yang betul-betul. Tolong, banyak kasus berat-berat malah didiamkan, sedangkan saya yang tidak bersalah harus bersalah,” tegasnya.

Dalam dakwaan mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Syarifudin Pakaya, Siti Fadilah disebut mendapat jatah dari hasil korupsi pengadaan Alkes I. Pengadaan tersebut untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes dari dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2007.

Jatah yang didapatkan berupa Mandiri Traveller’s Cheque (MTC) senilai Rp 1,275 miliar. Kasus tersebut sebelumnya ditangani oleh Polri, dan akhirnya ditangani KPK.

Siti ditetapkan tersangka oleh lembaga antirasuah pada April 2014. Dia disangka menyalahgunakan wewenang saat menjabat sebagai menteri. Kala itu, 2007, Siti bertanggung jawab dalam proyek pengadaan alat kesehatan.

Siti disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 56 ayat 2 KUHP.

(berita.suaramerdeka.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here