Kreativitas Desainer Muda di Jakarta Fashion Week

58
0

BHARATANEWS.ID | PARIWISATA – Perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 mulai berlangsung pada Sabtu (22/10) hingga Jumat (28/10) di Senayan City, Jakarta.

Pada JFW yang sudah diselenggarakan kesembilan kalinya ini, para desainer dalam negeri maupun mancanegara menampilkan karya terbaiknya untuk tren mode tahun depan. Menurut Ketua Umum Jakarta Fashion Week Svida Alisjahbana, dalam penyelenggaraan kali ini, JFW 2017 memberikan warna yang semakin kuat dalam laju industri mode Indonesia.

”Pesta perayaan mode ini diikuti lebih dari 30.000 fashionista untuk menyaksikan lebih dari 70 show yang menampilkan 3.000 busana, baik yang siap pakai ataupun ready to wear, modest wear, haute couture , aksesori, dan lainnya,” ungkap Svida di Senayan City, Jakarta, pada pembukaan JFW. Svida menyebutkan, perhelatan mode ini menggandeng 250 desainer, 230 model, dan desainer dari enam negara, yakni Jepang, Thailand, Korea Selatan, India, Inggris, dan Australia “Pergelaran ini menampilkan karya desainer Indonesia Fashion Forward dari berbagai generasi, seperti Lotuz, Peggy Hartanto, Yosefat Dwi Kurniawan, Tex Saverio, Paulina Katarina, Bateeq, Byo,” sebut Svida.

Sejumlah desainer yang telah ditimpa pengalaman dan prestasi dalam industri fashion Indonesia juga memastikan menampilkan koleksi terkini, antara lain Anne Avantie, Itang Yunasz, dan Musa Widyatmojo. Sementara itu, para pencinta modest wear menjumpai arahan tren fashion tahun depan dari Etu by Restu Anggraini, Norma Hauri, Dian Pelangi, Jenahara, Ria Miranda, Rini Hatta, dan masih banyak lagi. Menurut Svida, kebangkitan kreativitas para desainer muda juga terlihat di runaway JFW 2017 karena sejumlah sekolah mode sudah memastikan menampilkan karya anak didik mereka, seperti Binus Nothumbria School of Design, LaSalle College Jakarta, Esmod Jakarta, dan Istituto Di Moda Burgo.

JFW 2017 juga menjadi tuan rumah berbagai talk show spesial dari partnerpartner seperti British Council, Kedutaan Besar Inggris, Kedutaan Besar India, dan Kedutaan Besar Swedia, yang mengusung tema sustanable fashion . “Ada pula Australia-Indonesia Center dan Kedutaan Besar Australia yang akan memperkenalkan tren fashion pria maupun Australia Trade Commission (Austade) yang menggelar workshop seputar wanita dalam bisnis fashion ,” tambah Svida. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta Veronica Tan menuturkan dukungannya terhadap acara tersebut. Bahkan, dia berharap gelaran ini bisa mengangkat pariwisata Indonesia, khususnya Jakarta.

“Sebenarnya yang kita harapkan dari hadirnya JFW 2017 ini bisa mengangkat wisata Tanah Air, dengan dibantu peran Kementerian Pariwisata dan agensi tur. Itu merupakan suatu target kami dari pemerintah,” ujar istri Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Veronica. Veronica menambahkan, Jakarta juga harus dibenahi, mulai sistem tata kota hingga fasilitasnya, untuk mendukung menjadi salah satu destinasi wisata pilihan wisatawan. Menurutnya, banyaknya wisatawan yang datang memberi peluang kepada industri fashion di Tanah Air semakin dikenal, terutama oleh masyarakat dunia. Pada hari pertama, JFW 2017 mengadakan opening ceremony yang menampilkan para perwakilan sponsor.

Di acara pembukaan, para desainer juga tampil di parade desainer. Mereka berjalan di catwalk bersama model yang mengenakan satu busana rancangan mereka. Sementara itu, Indonesia Fashion Chamber (IFC) juga memperkenalkan para desainer muda untuk ikut memperlihatkan koleksinya di catwalk JFW pada Selasa (24/10).

“Keenam desainer muda yang telah lolos kurasi untuk tampil di panggung Jakarta Fashion Week 2017 ini bukan hanya memiliki kreativitas desain, melainkan juga telah siap secara bisnis,” papar Ali Charisma, National Chairman IFC, saat konferensi pers. Keenam desainer tersebut yakni Astri Lestari, Devy Ros, Elizabeth Njo May Fen, Khanaan Shamlan, Mudrika Paradise, dan Savira Lavinia.

Dwi nur ratnaningsih/- sali pawiatan (KORAN-SINDO.COM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here