Kamp Calais Dibongkar, Pengungsi Anak-Anak Telantar

66
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL –¬†Pemindahan imigran anak-anak rentan dari kamp Jungle di Calais, Prancis, ke Inggris untuk sementara dihentikan. Padahal, ¬†kamp kumuh tersebut telah dibongkar.

Proses dibekukan sementara karena otoritas Prancis mulai menggusur ribuan imigran dari kamp Calais yang dilanda kekacauan.

Setidaknya 50 polisi anti huru-hara bersenjata dikerahkan demi mengendalikan massa, yang berujung pada pecahnya bentrokan kecil. Akhir pekan kemarin, para penghuni kamp melemparkan batu ke arah polisi, yang membalas dengan gas air mata.

Sebelumnya, ratusan orang mengangkut barang-barang mereka dari Calais. Mereka kemudian mengantre mendaftar di pusat penampungan lain, setelah diberitahu harus angkat kaki atau terancam ditangkap dan dideportasi.

Sekitar 2.000 pengungsi, termasuk 300 anak-anak, menaiki puluhan bus yang melaju ke berbagai daerah di seluruh Prancis jelang dan setelah kamp Calais dihancurkan.

Kamp Calais Harus Ditutup Selamanya


Pengungsi menyulut api dalam upaya melawan petugas di kamp Calais. (Foto: AFP)

Anggota parlemen dari Partai Tory menyerukan pemeriksaan lebih ketat di daerah perbatasan untuk mencegah kedatangan imigran ilegal ke Inggris. Menteri Dalam Negeri Amber Rudd mengumumkan, pemerintah akan menggelontorkan GBP36 juta untuk memastikan kamp Jungle di Calais tetap ditutup.

Dia juga menegaskan Inggris tidak akan menerima anak-anak baru yang tiba di Calais setelah kamp itu dibongkar.

“Merupakan hal penting bagi kita untuk tidak mendorong lebih banyak anak-anak ke Calais, yang mempertaruhkan hidup mereka di tangan para pedagang manusia,” kata Rudd seperti dikutip Herald Scotland, Selasa (25/10/2016).

Para pejabat terkait bertekad menghilangkan “faktor pendorong” yang memikat para pengungsi ke Calais.

Namun, sejumlah kritikus mengatakan prioritas yang lebih penting adalah “menekan” faktor-faktor di negara konflik yang telah menyebabkan ribuan orang telantar.

Sekitar 200 anak telah dibawa ke Inggris dari kamp di Calais sejak awal bulan ini. Beberapa ratus lainnya diharapkan tiba di Inggris selama beberapa pekan ke depan.(WIL)(internasional.metrotvnews.com)