Galaxy S8 Bakal Jadi ‘Penebus Dosa’ Note 7?

60
SHARE

BHARTANEWS.ID | TEKNOLOGI – Samsung memang belum menjabarkan secara resmi penyebab masalah meledaknya perangkat pengganti Galaxy Note 7. Kendati begitu, muncul kabar bahwa raksasa teknologi Korea Selatan ini mempersiapkan Galaxy S8 sebagai ‘penebus dosa’ insiden jilid dua tersebut.

Portal berita Digital Spy mewartakan, perwakilan Samsung dilaporkan berbicara kepada media lokal bahwa perusahaan bakal memberikan ponsel flagship Galaxy S8 sebagai kompensasi insiden meledaknya Note 7 di awal Oktober lalu.

Ya, Galaxy S8 disebut akan menjadi ‘penebus dosa’ Samsung dan diberikan secara cuma-cuma ketika diluncurkan tahun 2017 mendatang.

Dari sumber Samsung yang tak disebutkan namanya, “program kompensasi baru itu dirancang untuk memudahkan konsumen yang menukarkan Note 7 dengan ponsel pintar Samsung yang sudah ada seperti S7 atau S7 Edge, agar bisa berpindah ke model terbaru yang dirilis tahun depan.”

Walau bagaimana pun rencana kompensasi tersebut belum bisa dikonfirmasi secara resmi dari Samsung.

Namun Samsung selama ini sudah menerapkan kompensasi berupa insentif berupa uang tunai agar konsumen segera menukarkan Note 7 mereka dengan ponsel pintar seri Samsung lain.

Secara terpisah, laporan lain juga menyebutkan bahwa proses investigasi Note 7 ini menghambat pengembangan Galaxy S8.

Menurut penuturan salah satu anggota tim development Galaxy S8, proses pengembangan ponsel pintar ini sudah mengalami penundaan selama dua pekan karena para teknisi sibuk mengidentifikasi penyebab isu overheating Note 7.

Sementara itu pihak Samsung hanya mengatakan bahwa perusahaan masih dalam tahap penyelidikan mengenai penyebab Galaxy Note 7 bisa mengalami kebakaran.

“Kami mengakui kami tidak mengidentifikasi secara tepat masalah (Galaxy Note 7) pertama dan saat ini masih berkomitmen untuk mencari akar masalahnya,” ujar juru bicara Samsung.

Ia melanjutkan, “prioritas utama kami tetap fokus pada keselamatan konsumen dan menerima 100 persen perangkat Galaxy Note 7 yang telah beredar pasar.”