Dokter di Bengkulu Tolak Kebijakan Menkes soal DLP

64
0
SHARE

BHARATANEWS.COM |Kesehatan Bengkulu – Ratusan dokter dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu (Unib), Senin (24/10) menggelar aksi damai di kantor gubernur dan DPRD provinsi setempat untuk menyampaikan aspirasi dalam memperingati Ulang Tahun ke-66 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun 2017.

Aksi demo yang dilakukan para dokter di Bengkulu ini, menolak kebijakan Menteri Kesehatan tentang penerapan sistem Dokter Layanan Primer (DLP).

IDI Bengkulu menilai kebijakan Menkes tersebut, menyulitkan mahasiswa kedokteran, karena harus menempuh bangku kuliah selama 11 tahun, sehingga biaya kuliah menjadi bertambah dari sebelumnya.

Dengan kebijakan Meskes ini, dikhawatirkan akan memberatkan para mahasiswa kedokteran. Pasalnya, selain mereka harus belajar selama 11 tahun juga biaya kuliah bertambah dari selama ini.

Dalam kesempatan yang sama anggota IDI Bengkulu juga menuntut pemerintah melakukan perbaikan saran dan prasarana kesehatan, serta sistem pendidikan dokter di Indonesia, sehingga kualitas tenaga kesehatan semakin baik.

Setelah melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Bengkulu, para dokter dan mahasiswa kedoteran bergerak ke kantor DPRD Provinsi Bengkulu, untuk menyampaikan hal yang sama.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Bengkulu, Syafriadi mengatakan, aksi ini dilakukan serentak di seluruh Tanah Air menolak kebijakan Menkes tentang DLP tersebut.

“Kita meminta seluruh pejabat pemda melakukan telaah atas surat pernyataan yang kita sampaikan, sehingga aspirasi yang kami sampaikan ini dapat direspons,” ujarnya.(beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here