Di Depan Lembaga Audit Internasional, Jokowi Singgung Pembangunan Berkelanjutan

49
SHARE
Presiden Jokowi memberikan keterangan kepada awak media seusai menggelar pertemuan dengan para pengusaha Korea Selatan yang berinvestasi di Indonesia. Setpres/Intan

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Pemerintah Indonesia terus berupaya dalam mengimplementasikan konsep tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) yang berwawasan lingkungan dalam segenap kebijakan pemerintah dan pembangunannya.

Bahkan, sejak tahun lalu, Indonesia sudah berupaya mewujudkannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019. Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka acara The 17th Assembly Meeting of International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) Working Group on Environmental Auditing (WGEA) di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

“Perjalanan Indonesia dalam mewujudkan praktik keberlanjutan sudah terkandung dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019, yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG),” kata Jokowi.

Dari RPJM tersebut, Jokowi menyebutkan, pemerintah Indonesia telah menetapkan dasar-dasar hukum yang menjadi panduan bagi seluruh mitra dan pemangku kepentingan di Indonesia dalam menerapkan pembangunan yang berkelanjutan. Kerangka hukum tersebut di antaranya telah dapat dilihat implementasinya pada sejumlah upaya seperti pemberantasan pencurian ikan di lautan Indonesia.

“Untuk menjaga bio-diversitas laut, praktik illegal fishing kami perangi, sumber daya maritim Indonesia kami lindungi. Begitu juga komoditas alam kami, seperti batu bara dan kelapa sawit, yang sebelumnya menjadi jangkar pertumbuhan ekonomi, sekarang sudah mulai menerapkan praktik usaha yang berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mantan Wali Kota Solo ini sepakat bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan komitmen global yang harus bersama-sama diwujudkan. Namun demikian, Jokowi mengingatkan bahwa kondisi masing-masing setiap negara tidaklah sama. Untuk itu diperlukan solusi yang secara spesifik menyesuaikan diri dengan keadaan suatu negara tersebut dalam mengupayakan pembangunan berkelanjutan.

“Memang tujuan keberlanjutan di tiap negara adalah sama dengan tujuan di tingkat global, tetapi cara mencapainya harus memperhatikan kondisi, budaya, dan perspektif lokal. Karena itu, kita semua perlu terus bekerjasama, perlu terus tukar-menukar pengalaman,” jelasnya.

Oleh karenanya, dalam acara yang mengumpulkan institusi atau kelompok kerja audit lingkungan badan pemeriksa keuangan se-dunia tersebut Presiden Jokowi berharap agar institusi-institusi audit tersebut dapat meningkatkan partisipasinya dan berperan aktif dalam membantu pemerintah masing-masing negara mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Sebagai institusi audit, SAI (supreme audit institutions) harus meningkatkan partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas para pemangku kepentingan dalam menerapkan SDGs. Terutama, dalam meningkatkan kualitas sistem pengawasan, sistem data, dan sistem informasi,” tandasnya.

(dni)(economy.okezone.com)