Berita Rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia Kaltimra Aksi Damai di Kantor Gubernur Kaltim

43
BERBAGI

BHARATANEWS.ID |Kesehatan – Peringatan hari jadi ke-66 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kalimantan Timur digelar dengan aksi penyampaian aspirasi para dokter yang disampaikan Ketua IDI Wilayah Kaltim dan Kaltara dr Nataniel Tandirogang, Senin, 24 Oktober 2016.

Nataniel menyampaikan aspirasi para dokter di Kaltim, diantaranya mendukung program Gubernur Kaltim untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkeadilan.

Selain itu, IDI menuntut dan mendukung reformasi sistem pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran, dan menolak pendidikan dokter layanan primer atau DLP karena bertentangan dengan UU Praktek Kedokteran dan berpotensi menimbulkan disharmonisasi layanan primer yang berujung akan terganggunya program layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kami berharap aspirasi ini dapat disampaikan Gubernur kepada Pemerintah Pusat maupun DPR,” harapnya. 

Terkait aspirasi IDI Kaltim dan Kaltara tentang UU Nomor 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran, Pemprov Kaltim siap menampung aspirasi dan akan menyampaikan hal itu ke DPRD Kaltim maupun DPR RI melalui Anggota Dewan asal Kaltim, termasuk kepada Pemerintah Pusat.

“Aspirasi ini kami terima dan selanjutnya akan disampaikan ke DPR maupun Pemerintah Pusat. Apa yang dilakukan para dokter saat ini adalah contoh yang baik, yaitu melakukan aksi dengan damai tanpa harus berdemo,” jelas Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak.

Pemprov Kaltim menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Gubernur bahkan bertekad agar layanan kesehatan di tingkat puskesmas, ke depan statusnya akan ditingkatkan menjadi tipe D, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“Pemprov Kaltim terus bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Khususnya pelayanan kesehatan. Karena itu, ke depan kualitas layanan dan mutu pelayanan kesehatan mulai puskesmas hingga rumah sakit umum daerah terus ditingkatkan tipenya,” kata Awang

Selain tipe pelayanan kesehatan, sumber daya manusia tenaga kesehatan juga terus ditingkatkan. Karena itu, Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) untuk program profesi dokter terus dilanjutkan, sehingga makin banyak dokter yang diciptakan melalui Kampus Universtas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Penyaluran beasiswa untuk pendidikan dokter ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan dokter di Kaltim, baik yang berada di RSUD Abdul Wahab Syahranie (AWS), RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dan rumah sakit pratama yang ada di masing-masing kabupaten/kota di Kaltim.

“Kita harapkan kebutuhan dokter di Kaltim bisa tercukupi, sehingga pelayanan kesehatan di daerah ini semakin baik,” ujarnya. (kliksangatta.com)