Banyak Potensi, Bumisari Rintis Jadi Desa Wisata

54
SHARE

BHARATANEWS.ID | PARIWISATA – Pemerintah Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari saat ini tengah merintis menjadi desa wisata. Setidaknya ada dua kelompok warga yang tengah menggarap dua lokasi wisata alam.

Kelompok pertama menggarap potensi Curug Dhuwur di Dusun Sadawangi dan kelompok kedua menggarap potensi Curug Sawangan dan Curug Mangli di Dusun Bukung.

“Curug tersebut sudah dikenal oleh orang di luar desa. Setiap akhir pekan, tempat itu cukup ramai didatangi orang,” kata Kades Bumisari, Susilo Wardoyo, Senin (24/10).

Oleh karena itu, pihaknya mendorong warganya untuk mengekspolrasi dan mengelola dengan manajemen yang baik lokasi tersebut agar lebih menarik orang lain berkunjung ke desanya. Sebenarnya hanya potensi air terjun lebih dari tiga, namun yang sangat berpotensi dikembangkan baru tiga itu karena aksesnya yang mudah dijangkau. Selain itu desanya juga memiliki potensi pertanian, seni budaya dan lokasi yang sejuk karena berada di kaki Gunung Slamet.

Camat Bojongsari Ato Susanto sangat mendukung pengembangan Desa Bumisari sebagai desa wisata. Di Bumisari banyak penderes atau penyadap nira yang unik juga dijual untuk wisatawan. Bisa juga wisatawan ikut beraktivitas membuat gula kelapa, atau ikut berlatih menari Dames.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Prayitno mengatakan, pihaknya sudah menjajaki upaya pengembangan Desa Bumisari sebagai desa wisata sejak tahun lalu. Pihaknya  tengah mematangkan rencana pengembangan desa wisata ini bersama pihak kepala desa, tokoh masyarakat dan warga setempat.

“Apa lagi ke depan sudah ada investor asing yang juga akan membuat tempat wisata di desa tersebut dan di Desa Binangun, Kecamatan Mrebet. Nah, ini peluang besar bagi warga untuk mengembangkan wisata di luar investor tersebut,” katanya.

Koordinator penggarap Curug Sawangan dan Mangli, Iwan Nur mengatakan, masing-masing lokasi wisata memiliki ikon tersendiri. Dalam waktu dekat dua kelompok ini akan bertemu dan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di tingkat desa sehingga garis koordinasinya lebih tertata.

“Sebenarnya, curug di Bumisari sudah terkenal karena banyak yang datang ke sini dan memperkenalkannya melalui media sosial dan website. Karena itu, pembenahan harus dilakukan agar mereka yang datang tidak kecewa,” katanya.

(SUARAMERDEKA.COM)