AS Ingin Pertahankan Militernya di Filipina Selatan

47
BERBAGI

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL — Duta Besar AS di Manila, Philip Goldberg, Selasa (25/10/2016), menegaskan, militer negara itu akan tetap terlibat dalam menangkal serangan militan Islam di sebelah selatan Filipina.

Pernyataan Goldberg ini disampaikan setelah beberapa waktu lalu Presiden Filipina Rodrigo Duterte berniat mengusir semua personel militer AS di negeri itu.

Goldberg menambahkan, ancaman keamanan di kawasan konflik Filipina selatan sangat serius karena sejumlah kelompok militan asing, termasuk ISIS, ingin menancapkan pengaruh di negeri tersebut.

“Kami mengkhawatirkan adanya infiltrasi ISIS atau kelompok militan lain yang ingin mengambil kesempatan yang terbuka di Filipina selatan. Jadi kami ingin tetap tinggal,” kata Goldberg kepada stasiun televisi ABS-CBN.

Pada 2002-2004, AS mengirimkan sebanyak 600 personel militer yang terus dirotasi di wilayah selatan Filipina untuk melatih tentara negeri itu.

Keberadaan militer AS di Filipina secara bertahap dikurangi ketika kelompok-kelompok militan mulai terpecah dan berubah menjadi kelompok kriminal.

Saat ini, lanjut Goldberg, terdapat sekitar 100 personel militer AS di wilayah selatan Filipina.

Namun, Presiden Duterte yang resmi menjabat sejak 30 Juni lalu menganggap keberadaan tentara AS justru menambah ketegangan dengan komunitas Islam di wilayah selatan, terutama di Mindanao.

Kelompok-kelompok besar memang sudah meletakkan senjata, tetapi kelompok kecil seperti Abu Sayyaf masih menjadi ancaman serius.

Lebih jauh Goldberg memperingatkan bahwa Jamaah Islamiyah, kelompok yang bertanggung jawab atas bom Bali 2002, dan kelompok militan lain masih ada di wilayah selatan Filipina.

“Ini adalah isu yang sangat serius. Kita tak hanya menghadapi Abu Sayyaf, tetapi kelompok lain di kawasan ini, seperti Jamaah Islamiyah dan kemunculan ISIS,” tambah dia.(internasional.kompas.com)