Angklung dan Tarian Indonesia Gelitik Rasa Ingin Tahu Rakyat Meksiko

84
0
BHARATANEWS.ID | BUDAYA – Alunan merdu angklung terdengar di panggung utama Festival del Bosque de Chapultepec 2016. Empat lagu dibawakan Kelompok Pakoeningrat binaan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Meksiko.
 
Empat lagu yang dibawakan dalam festival yang sudah 13 kali berlangsung, yaitu Ampar-Ampar Pisang, Manuk Dadali, La Cucharaca, dan Cielito Lindo. Kemeriahan tampak saat dua lagu Meksiko dimainkan dengan alat musik tradisional Indonesia. 
 
Penonton bahkan turut bernyanyi bersama dengan Kelompok Pakoeningrat saat membawakan lagu Cielito Lindo
Sementara tarian yang turut ditampilkan antara lain tari Teruna Jaya, tari Lenong Betawi, tari Nandak Ganjen, dan tari Tor Tor Tanduk yang dibawakan Kelompok Pakoeningrat dan Kelompok Tari Mirah Delima. Darma Wanita Persatuan KBRI Mexico City turut pula memeriahkan tampilan Indonesia di arena panggung di pintu utama Puerta de los Leones. Tampilan Indonesia disaksikan sekitar 400 masyarakat Meksiko pada 23 Oktober 2016.
 
Ini adalah kali pertama KBRI berpartisipasi dalam festival budaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mexico City di area hutan kota seluas tujuh hektar ini. 
 
“Partisipasi ini sejalan dengan upaya konsisten untuk terus memperkenalkan Indonesia di Meksiko, dan kemolekan irama dan harmoni dari angklung serta keindahan gerakan tarian Indonesia mampu menggelitik rasa ingin tahu masyarakat Meksiko untuk lebih mengenal Indonesia,” ucap Duta Besar RI untuk Meksiko Yusra Khan, dalam keterangan tertulis KBRI Meksiko yang diterima , Selasa (25/10/2016).
 
Dubes Yusra Khan juga tidak ingin berdiam diri. Bersama masyarakat Indonesia, dia turut meramaikan pawai multikultur yang merupakan bagian kegiatan Festival Chapultepec 2016.
Deretan penari Indonesia di Meksiko (Foto: KBRI Meksiko).
 
Festival Chapultepec 2016 merupakan festival budaya tahunan yang diselenggaraan Pemerintah Kota Mexico City sejak tahun 2003. Berbagai kegiatan terselenggara selama festival, mulai dari pertunjukan musik dan tari, pemutaran film di danau di lingkungan hutan kota, yoga dan flash mob dance, dan aneka workshop untuk anak-anak. 
 
Festival juga dimeriahkan dengan pawai multikultur yang menampilkan keelokan busana tradisional dan keragaman alat musik khas negara peserta pawai, termasuk Indonesia. Hingga hari ketiga penyelenggaraan festival tercatat 9.700 orang pengunjung dan diharapkan hingga akhir festival dikunjungi oleh 25.000 orang pengunjung. 
 
Sejalan dengan tema festival tahun ini, yaitu potret budaya di negara kaya keanekaragaman hayati, untuk pertama kalinya festival ini mengundang dua Negara Tamu, yaitu Indonesia dan Kolombia. 
 
“Kehadiran dua negara yang kaya biodiversitas ini merupakan simbol persahabatan antar negara-negara dengan keanekaragaman hayati di dunia,” Demikian disampaikan Jumat 21 Oktober lalu oleh Gubernur Mexico City, Miguel Ángel Mancera saat membuka festival yang akan terselenggara hingga 2 November 2016. Mancera menyampaikan bahwa kekayaan dan keindahan alam yang dibalut dengan keberagaman budaya yang diusung kedua negara tentunya akan memberikan warna tersendiri bagi Festival Chapultepec. (METROTVNEWS.COM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here