Tertipu Tawaran Sepatu, Bos Toko Sport Tekor Rp 10 Juta

60
0

BHARATANEWS.ID | SRAGEN—Seorang pengusaha toko olahraga Glory Sport di Taman Asri, Karangmalang, Rian Widiarto (31) menjadi korban penipuan berkedok tawaran barang lewat telepon. Pengusaha asal Kampung Ngoncol RT 1 RW VII, Nglorog, Sragen itu harus merugi Rp 10 juta, karena tergiur tawaran sepatu futsal bermerek Nike dari seorang bernama Sutarto (31) yang menyamar sebagai sales sepatu.

Menariknya, pelaku yang diketahui berdomisili di Ngrampal, Sragen itu menjalankan modusnya dengan menyamar sebagai bos dan beralamat di Kartasura, Sukoharjo. Kejadian tersebut terungkap dari laporan korban ke Polres Sragen beberapa waktu lalu, namun baru dirilis bersamaan dengan penangkapan pelaku, Minggu (23/10/2016).

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasat Reskrim AKP Supadi mengungkapkan,penipuan itu berawal pada Jumat (26/8) silam ketika pelaku mendatangi toko korban dan menawarkan sepatu futsal merek Nike seharga Rp 350.000.
Sebelumnya terlapor menelepon korban dan berniat menawarkan sepatu Nike dengan harga miring. Karena harga sepatu itu jauh dari harga semestinya, korban pun tertarik membeli dalam jumlah banyak.

Pelaku pun berpura-pura bahwa sepatu yang sama masih banyak di toko bosnya bernama Itang di Kartasura. Pelaku pun meminta korban menghubungi Itang di Kartasura yang sebenarnya juga dirinya sendiri tapi menyamar. Dua hari kemudian, korban menelepon Itang dan sepakat memesan 100 pasang sepatu dengan harga Rp 35 juta dengan kesepakatan uang muka Rp 10 juta, sisanya diangsur 11 bulan.

Hari itu juga korban mentransfer Rp 10 juta ke rekening Itang dan dijanjikan sepatu akan dikirim sore hari. Namun ternyata hingga dua tiga bulan, barang tak dikirim dan pelaku tak bisa dihubungi.

Dari laporan itu, tim Polres akhirnya berhasil melacak pelaku yang ternyata adalah Sutarto yang diakukan sebagai bos Itang. Pelaku diringkus di rumah aslinya di Peloksepur RT 13 RW V, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal. Dia juga diketahui memiliki alamat KTP di Jalan Gang Fajar RT 8 RW XI, Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

“Tersangka kami amankan bersama barang bukti sepatu yang ditawarkan dan HP yang digunakan untuk transaksi. Atas kejadian ini kami mengimbau masyarakat agar tak mudah percaya jika menerima telepon apapun dari orang yang tidak dikenal. Kalau ditelepon, segera lapor ke polisi terdekat,” tandas Supadi.(JOGLOSEMAR.CO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here