Hujan Diprediksi Guyur Bogor Malam Hari

101
SHARE

BHARATANEWS.ID |  Wilayah Bogor diprakirakan akan diguyur hujan pada malam hari ini (Senin, 24/10).

Pada pagi hari hingga sore, menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMGK), Stasiun Klimatologi Dramaga, Bogor Jawa Barat, wilayah Bogor umumnya cerah berawan.

Di malam hari, berpotensi turun hujan ringan hingga sedang. Selain di Bogor, hujan juga terjadi di wilayah Jawa Barat, –seperti Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.

Sementara itu, untuk suhu udara wilayah Bogor pada umumnya sama dengan sebagian besar kota/kabupaten di wilayah Jawa Barat, –yakni bagian utara 23-24 derajat celcius. Sementara itu, untuk kelembaban udara berkisar antara 58 sampai 95 persen.

Untuk suhu udara, pada bagian selatan 21 sampai 32 derjat celcius, dan kelembaban udara 60 sampai 97 persen.

Pola angin umumnya yang bertiup dari arah Barat laut, dengan kecepatan 10 hingga 25 kilo meter per jam.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, mengefektifkan sistem peringatan dini di wilayah untuk menghadapi bencana alam seperti banjir dan longsor, yang dapat merenggut korban jiwa maupun materi.

Kepala BPBD, Ganjar Gunawan menyebutkan, fenomena alam saat ini sedang mengalami cuaca ekstrim dengan intensitas hujan cukup tinggi.

Kondisi tersebut, mengakibatkan bencana alam yang sifatnya hydrometeorologis, –seperti banjir, banjir bandang, pergeseran tanah (longsor), dan angin puting beliung, berpotensi terjadi.

“Ancaman bencana seperti ini harus diwaspadai,” katanya.

Menurut Ganjar, sebanyak 70 perwakilan aparatur wilayah dan instansi terkait penanggulangan bencana telah diberikan arahan dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor di Kota Bogor, –sesuai instruksi Wali Kota terkait sistem peringatan dini.

Ia mengatakan, untuk wilayah yang berada di bantaran Sungai Ciliwung dan Cisadane diperlukan kesiapsiagaan dan kewaspadaan lebih tinggi akan terjadinya banjir maupun longsor.

“Aparatur wilayah diminta untuk lebih peka terhadap ancaman bencana yang terjadi kapanpun,” katanya. (skalanews.com)