Disandera 4,5 Tahun, 4 WNI Akhirnya Dibebaskan Perompak Somalia

44
0

BHARATANEWS.ID | POLITIK –┬áMenteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) akhirnya berhasil dibebaskan dari perompak Somalia setelah disandera selama 4,5 tahun lebih sejak 26 Maret 2012.

“Dengan menyampaikan syukur ke hadirat Allah SWT, pada hari Sabtu tanggal 22 Oktober 2016 sekitar pukul 13.00 WIB telah berhasil dibebaskan empat WNI ABK yang disandera di Somalia sejak tanggal 26 Maret 2012,” kata Menlu Retno di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (24/10).

Retno mengatakan keempat WNI itu bernama Sudirman, Supardi, Adi Manurung, dan Elson Pasireron. Keempatnya merupakan bagian dari 26 sandera yang dibebaskan oleh kelompok perompak tersebut. Mereka bekerja pada kapal Naham III yakni kapal ikan asal Taiwan yang dioperasikan oleh Oman.

“Kemarin, sekitar pukul 21.00 WIB, keempatnya (bersama 22 sandera lain yang dibebaskan) telah mendarat di Bandara Nairobi,” ujar Retno.

Retno menambahkan para sandera dijemput oleh Dubes RI di Nairobi, Kenya, bersama Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal.

“Tim penjemputan sudah berada di Nairobi sehari sebelum ketibaan sandera,” katanya.

Menurut Retno, keempat WNI dalam keadaan sehat. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan selama beberapa hari mulai hari ini, sebelum dipulangkan ke tanah air. Setelah mendarat di Nairobi, pihak Kemlu juga sudah menyampaikan informasi pembebasan mereka kepada pihak keluarga.

Kapal Naham III yang membawa keempat WNI tersebut dibajak oleh perompak Somalia di perairan Seychelles. Saat pembajakan terjadi, kapal itu membawa 29 ABK, namun satu ABK yaitu kapten kapal, meninggal saat pembajakan dan dua ABK lainnya meninggal karena sakit pada 2014.

“Salah satu dari dua ABK yang sakit adalah WNI atas nama Nasirin asal Cirebon karena sakit malaria,” kata Retno.

Sisa ABK yang bertahan sebanyak 26 orang merupakan warga negara Filipina, Indonesia, Kamboja, Taiwan, Tiongkok, dan Vietnam. Presiden Joko Widodo memerintahkan Kemlu untuk mengintensifkan proses pembebasan sandera WNI tersebut pada Januari 2015.

Retno mengatakan pembebasan keempat WNI itu telah melewati proses sangat panjang, mulai dari pembicaraan dengan otoritas dari negara-negara yang warganya juga menjadi sandera, serta koordinasi dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM), Badan Intelijen Nasional (BIN), dan meminta dukungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

“Kemlu selama dua tahun ini telah berkoordinasi dengan pihak keluarga secara rutin untuk menyampaikan perkembangan dan upaya pemerintah dalam pembebasan,” kata Retno.(beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here