Wow! Presiden Jokowi Pesan Kuliner Ekstrim Daging Kelelawar saat di Manado

58
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KULINER –¬†Saat berkunjung di Manado, Sulawesi Utara, Presiden Joko Widodo sempat mampir untuk makan siang di restoran Mapanget Indah.

Ada yang menarik di sini, yakni tentang menu makanan yang dipesan khusus untuk Jokowi.

Saat itu, menu yang dipesan Jokowi terbilang ekstrem yakni paniki santan. Paniki adalah makanan asal Sulawesi Utara yang dibuat dari daging kekelawar.

Menurut pengelola resto, dua hari sebelum kedatangan Presiden, pengelola rumah makan Mapanget Indah mendapat pemberitahuan bahwa Jokowi akan mampir makan siang di restoran tersebut.

“Kami dapat info dua hari sebelum. Waktu itu ada beberapa TNI yang datang makan. Pas mau bayar, mereka langsung bilang Jokowi akan datang,” ujar Chinthia Karundeng, sang kasir.

Ia yang pertama kali diberitahu, karena dia kasir.

Namun ini bukan kali pertama, sebelumnya restoran ini sempat disebut akan dikunjungi Jokowi, tapi yang pertama batal.

“Sudah dua kali, tapi yang pertama tak jadi,” ucapnya.

Kabar kepastian Jokowi makan siang di situ sudah diterima pihak restoran.

Sehari sebelum kedatangan, kata Chinthia kepala rumah tangga presiden datang langsung untuk memesan menu.

“Jadi mereka memesan 63 orang. Menu khusus yang diminta yakni bebek bumbu RW, telur cakalang, tude woku, paniki santan. Katanya paniki ini pesanan khusus dari pak presiden,” ucapnya.

Pihak restoran pun langsung siap-siap. Karena mendadak, mereka pun mempersiapkan semua dengan buru-buru agar bisa tertangani.

“Kami persiapkan semua dengan cepat. Bersih-bersih, siapkan semua menu yang diminta,” ujarnya.

Standar pengamanan khusus untuk pengolahan makanan yang akan disajikan untuk Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Manado begitu ketat.

Terbukti dengan pengawalan baik dari Paspampres maupun Dinas Kesehatan Pemprov Sulut saat koki mengolah makanan siang untuk Presiden Jokowi di Restoran Mapanget Indah, Selasa siang (18/9/2016).

Proses memasak menu-menu untuk Jokowi dan rombongan dijaga ketat, terutama dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.

Mulai dari bahan mentah, hingga sudah jadi.

“Pokoknya diawasi dari awal hingga akhir. Sebelum dihidangkan pun dites dulu. Ada makanan yang tak lolos karena kadar kolestrolnya yang tinggi,” ucapnya.

Pengamanan para pegawai pun ketat. Total pegawai ada sepuluh, namun dua orang tak diizinkan masuk. Pertama karena terkena flu dan salah seorang bertato.

“Sembilan pelayan, dengan saya kasir. Ada sepuluh total. Kami semua dimintai KTP dan diperiksa satu per satu. Dua orang tak lolos karena bertato dan flu. Katanya kalau tato cuma di Bali yang bisa,” ucapnya.(tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here