Masalah Tenaga Kerja Butuh Komitmen dan Pendekatan Khusus

49
0

BHARATANEWS.ID | Bogor Masalah ketenagakerjaan cukup kompleks dan solusinya membutuhkan komitmen kuat dari berbagai pihak. Pendekatan kebijakannya pun harus lebih spesifik yang dilandasi dengan data dan informasi yang tepat serta berdasarkan kondisi fakta yang ada.

Demikian salah satu benang merah yang dibahas dalam workshop Dynamics of Labor Market in Indonesia yang digelar International Center for Applied Finance and Economics (InterCafe) IPB di Bogor, Kamis (20/10). Kegiatan tersebut menghadirkan nara sumber Christoper Findlay dari University of Adelaide; Maliki yang juga Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kostas Mavromaras selaku Director of National Institute of Labour Studies Flinders University, dan Shandre M Thangavelu dari University of Adelaide.

Maliki menjelaskan komitmen dari pemerintah, akademisi, dunia usaha sangat diperlukan karena persoalan tenaga kerja membutuhkan penanganan dari berbagai aspek. Apalagi, target menyiapkan dua juta tenaga kerja setiap tahun sudah dicanangkan dalam mengurangi kesenjangan dan kemiskinan.
“Banyak aspek yang harus menjadi perhatian bersama sehingga berbagai persoalan terkait tenaga kerja bisa diatasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada tataran pemerintahan, hal itu harus diwujudkan dalam peningkatan komunikasi dan koordinasi sehingga berbagai kebijakan yang sudah dibuat bisa diimplementasikan.

Kostas Mavromaras menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan ini membutuhkan pendekatan yang spesifik untuk setiap negara atau kawasan tertentu. Spesifikasi yang khusus tersebut didukung dengan kebijakan yang khusus pula.

Dikatakan, untuk mendapatkan kebijakan yang tepat maka harus berdasarkan data dan informasi yang tepat. Selain itu, kondisi dan fakta juga harus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan tersebut.
“Pendekatan dan fakta yang ada harus menjadi pertimbangan utama karena setiap persoalan yang ada membutuhkan solusi yang tepat,” tegasnya.

Direktur InterCafe IPB Nunung Nuryartono menambahkan bahwa persoalan ketenagakerjaan harus menjadi perhatian semua pihak karena sejumlah implikasi yang bakal terjadi di Indonesia. Apalagi, jumlah tenaga kerja yang mencari pekerjaan setiap tahun terus bertambah. “InterCafe mendalami sejumlah kajian bersama di Indonesia dan Australia,” katanya.(BeritaSatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here