Jangan Tunggu Dinding Underpass Ambrol

54
0

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Ambruknya Jembatan Cibalagung, di Kampung Babakan Sukamantri, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, (20/10) bisa saja terjadi pada underpass Sholeh Iskandar (Solis) jika tidak ada penanganan cepat.

Bocornya saluran irigasi di dinding underpass, disebabkan beban irigasi yang tidak mampu menampung debit air, apalagi ketika hujan membahayakan. Ketua Forum Pemerhati Jasa Konstruksi dan Pembangunan (FPJKP), Thoriq Nasution  kebocoran akan sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.

”Kondisi ini sangat berbahaya bagi struktur bagi dinding undeprpass . Saya pernah mengusulkan agar sistem irigasi ini dirubah dengan sistem drainase,” ujar Thoriq. Alasannya, sistem irigasi sudah tidak cocok dengan kondisi Kota Bogor, karena irigasi hanya diperuntukkan bagi daerah – daerah pertanian.

Seperti diketahui, daerah pertanian di Kota Bogor sudah bisa dihitung dengan jari.  ”Karena sistem irigasi di hulu (inlet) lebar dan mengecil pada bagian hilir. Sehingga sering terjadinya luapan – luapan air disekitar hilir. Itulah yang terjadi di sekitar dinding – dinding underpass Sholis,” bebernya.

Secara geografis, Kota Bogor berada di daerah dengan ketinggian yang cukup baik. Apalagi dengan melintasnya beberapa aliran sungai. Seharusnya ketika hujan kemungkinan banjir sangat kecil, tapi sekarang hujan sebentar sudah tergenang dimana-mana. Menurut dia kondisi itu karena sistem drainase yang buruk dan masih banyak yang menyatu dengan irigasi.

”Ini artinya ada yang tidak beres pada sistim drainase di kota ini,” ungkapnya. Dia mengaku pernah melakukan penelitian,terkait masalah ini. Ternyata sejak dulu  Kota Bogor belum pernah membuat drainase baru, kecuali pada jalan Regional Ring Road (R3) yang baru saja dikerjakan. Selama ini yang dilakukan pemkot hanya berupa perbaikan – perbaikan.

”Kondisi sekarang drainase kita sudah tak sesuainya elevasi dan dimensi antara main drain dan sub drain yang ada, juga sodetan  yang salah pada kanstin, karena dibuat dengan posisi 90 derajat antara jalan dan drainase dan tidak disesuaikan dengan kemiringan jalan,” paparnya.

Dengan kondisi itu, sehingga air lebih banyak mengalir di jalan daripada dalam saluran. Lalu soal perilaku masyarakat yang terkadang seenaknya membuang sampah dan membuat bangunan diatas saluran – saluran air.

Selain faktor alam, kata dia, perilaku kontraktor pada pekerjaan drainase yang terkadang meninggalkan perancah/bekisting. Sehingga sisa pengecoran di aliran drainase yang diperbaiki sehingga akan menjadi sampah yang akan menyumbat saluran – saluran di kemudian hari

”Masalah lainnya adalah masih dipertahankannya sistem irigasi di Kota Bogor, padahal geografis dan keadaan sudah berubah karena sistem irigasi diperuntukkan bagi pertanian. Saran kami, agar Pemkot dan Dinas terkait untuk melakukan topografi di kota ini dan bila perlu dilakukan per zona, per kecamatan,” sarannya.

Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi underpass di Jalan Solis yang bocor dimana-mana. Kondisi itu selain menganggu pengguna jalan, juga dikhawatirkan rawan roboh.(INDOPOS.CO.ID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here