Antisipasi Kasus Pelecehan Anak Terulang

64
SHARE

BHARATANEWS.ID BOGOR – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Fadli Zon menyoroti pelecehan seks terhadap anak yang semakin meningkat di Kabupaten Bogor.

“Pihak pemerintah, civil sociaty dan lembaga terkait, harus memberikan pencerahan bahwa hal ini tidak boleh terjadi,” ujar Fadli Zon saat dihubungi di Cibinong, Kamis (20/10/2016).

Wakil Ketua DPR RI itu mengatakan, kasus eksploitasi seks terhadap anak di Bogor tersebut tidak boleh berlarut-larut baik dilakukan oleh warga Bogor maupun luar wilayah Bogor.

Sebanyak 47 kasus persetubuhan terhadap anak dan 25 kasus pencabulan terhadap anak yang telah berhasil diproses hukumnya di Polres Bogor periode Januari-September 2016 perlu antisipasi lebih lanjut terhadap indikasi munculnya kasus serupa.

Pada periode sebelumnya, periode Januari-Desember 2015 tercatat sekitar 36 kasus persetubuhan terhadap anak dan 25 kasus pencabulan dari .

Sedangkan data lebih rendah tercatat pada periode Januari-Desember 2014 sejumlah 21 kasus untuk kasus persetubuhan terhadap anak dan 17 untuk kasus pencabulan.

Sebab itu, pihak kepolisian diharapkan segera menuntaskan proses hukum bagi kasus yang masih dalam proses penyelidikan untuk memberi efek jera bagi pelaku di wilayah hukum sekitar daerah Tegar Beriman yang tingkat kriminalitas terhadap perempuan dan anaknya meningkat.

Ia menambahkan, upaya pemerintah Bogor dan lainnya dalam memberikan pemahaman terhadap orang tua juga harus lebih proaktif dan nyata sehingga pengendalian terhadap lingkungan anak dapat lebih terkontrol.

Peran dalam memberikan pemahaman kepada orang tua sangat penting dan hal yang paling utama tentang bagaimana pentingnya masa depan bagi anak. Hingga faktor pendidikan, keterampilan dan pelatihan disadari oleh orang tua dan berbagai pihak merupakan hal yang perlu diutamakan pada anak.

Khususnya bagi lapisan masyakat ekonomi lemah yang sering mudah terpengaruh keterbatasan pendidikan dan wawasan perlu rangkulan semua pihak.

“Ya intinya semua pihak terkait perlu mengedukasi, tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.(Harian Terbit)