Pria California Dipenjara 30 Tahun karena Bantu Warga Bergabung dengan ISIS

44
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL | LOS ANGELES – Seorang pria California, AS, divonis penjara 30 tahun karena mencoba membantu perjalanan rekannya ke Timur Tengah untuk bergabung dengan milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Pengadilan di California, Kamis (19/10/2016), menyatakan, Muhanad Badawi (25) bersalah karena bekerja sama untuk menyediakan dukungan materi kepada ISIS dengan merekrut Nader Elhuzayel untuk bergabung dengan organisasi teroris tersebut.

Pada September lalu, Elhuzayel juga sudah diputuskan pengadilan dengan hukuman 30 penjara.

“Panjangnya masa hukuman yang diberikan karena terdakwa menerima ideologi pembunuhan ISIS dan partisipasinya dalam sebuah skema untuk mengkhianati AS,” kata jaksa Eileen Decker dalam keputusannya, Kamis.

Jaksa penuntut berpendapat bahwa Badawi pantas mendapatkan hukuman seperti halnya Elhuzayel.

Alasan untuk menjatuhkan hukuman 30 tahun ditambah hukuman bersyarat seumur hidup, menurut jaksa penuntut adalah karena Badawi bertindak sebagai perekrut, radikal, dan fasilitator untuk kelompok ISIS.

“Kejahatan mereka sama berbahayanya, peluang mereka untuk rehabilitasi sama suramnya,” demikian pernyataan pengadilan distrik Santa Ana, California beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kate Corrigan, pengacara Badawi menyatakan bahwa ia telah berusaha untuk mengurangi hukuman kliennya menjadi 15 tahun dengan beralasan bahwa berbeda dengan Elhuzayel, Badawi tidak memiliki tiket untuk meninggalkan AS untuk bergabung dengan ISIS.

Corrigan menegaskan bahwa ia akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan tersebut.

“Pesan nyata dari sidang hari ini adalah bahwa siapa saja yang berpikir ingin mendukung ISIS atau bahkan meski hanya sekedar mencoba beretorika, maka bersiaplah untuk masuk penjara,” kata Corrigan.

Badawi ditangkap pada 21 Mei 2015, hari yang sama saat Elhuzayel juga ditangkap di Bandara Internasional Los Angeles ketika mencoba untuk melakukan perjalanan ke Tel Aviv, Israel melalui Istanbul, Turki.

Badawi, yang beremigrasi ke AS dari Sudan pada 2006, memberi akses kepada Elhuzayel berupa kartu debit dana hibah Pell miliknya untuk membeli tiket pesawat tiket sekali jalan.

Kedua pria membuat rencana perjalanan mereka empat hari setelah peristiwa serangan 4 Mei oleh dua orang bersenjata terhadap pameran karikatur Nabi Muhammad SAW di Texas.

Kedua orang bersenjata tersebut tewas ditembak polisi selama terjadinya serangan.

(internasional.kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here