Layanan SIM E-Satpas Polres Bogor Masih Perlu Sosialisasi

42
0
BHARATANEWS.ID | BOGOR – Pelayanan pembuatan SIM di Polres Bogor atau pelayanan E-Satpas Polres Bogor diapresiasi Kapolda Jawa Barat, namun di balik inovasi yang baik itu belum diketahui secara jelas oleh masyarakat Kabupaten Bogor yang luas wilayahnya 2.071,21 km2 dan penduduknya mencapai kurang lebih 4.771.932 jiwa.
Sosialiasi sudah dilakukan Polres Bogor, namun harus lebih digencarkan karena ada 40 kecamatan 410 desa dan 16 kelurahan di wilayah Kabupaten Bogor.
Salah satunya diungkapkan oleh Rusdyan Saleh warga Villa Ciomas, Kecamatan Ciomas yang mengaku masih bingung dengan pembuatan SIM secara online.
Saat pertama mencobanya dirinya sangat antusias karena dianggap pembuatan SIM secara online ini lebih memudahkan masyarakat, tapi saat dicoba ternyata menurutnya hanya seperti mengambil nomor antrean.
“Saya kira bisa semuanya terakomodir berikut tes dengan online, tapi ini membuat saya harus tetap mendatangi Polres Bogor. Mudah-mudahan inovasi lebih bagus diterapkan Polres Bogor ke depannya,” ungkap Rusdy kepada INILAH, Rabu (19/10/2016) pagi.
Warga lainnya, Irwan Solehudin warga Kampung Gg. Ikhlas, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi juga masih mempertanyakan sistem pendaftaran online pembuatan SIM baru ini. Ia sempat bingung karena hanya mendapat informasi dari mulut ke mulut di mana yang menginformasikan belum mencobanya.
“Saat saya mencoba ternyata cukup mudah, ya tapi sempat membingungkan karena belum dijelaskan secara rinci sistem ini. Tapi harus dibarengi dengan meratanya pembuatan e-KTP karena untuk daftar harus sudah e-KTP,” tuturnya.
Sistem E-Satpas ini juga sudah ditinjau Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Bambang Waskito. Pendaftaran dapat diakses melalui situs www.daftarsimbogor.com dengan menggunakan Gadget Seperti Smartphone atau Komputer dengan mencantumkan NIP sesuai E-KTP yang berdomisili di Kabupaten Bogor.
Kapolda Jabar mengapresiasi sistem pembuatan SIm secara online. Karena hal ini dianggap sebagai antisipasi gerakan memberantas calo pengurusan surat izin mengemudi.
“Dengan adanya inovasi Satlantas Polres Bogor dalam menerapkan pendaftarkan SIM secara online dapat mengoptimalkan waktu sesingkat mungkin dalam membuat SIM, karena masyarakat dapat menentukan sendiri waktu dalam melaksanakan ujian teori maupun praktek,”jelasnya.
Bambang pun mengingatkan agar polres-polres lain segera menerapkan sistem yang sama. Jika cara manual mengurus SIM baru harus memakan waktu seharian, maka dengan sistem online masyarakat hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk membuat SIM.
“Saya juga menilai dengan diterapkannya sistem online tersebut dapat meminimalisir percaloan dan pungli dalam pembuatan SIM Karena sistem yang diterapkan ini adalah first in first out,”jelasnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bogor AKP Silfia Sukma menerangkan, secara teknis untuk pedaftraan sistem online diwajibkan bagi pemohon yang sudah terdaftar di sistem e-KTP dan pemohon SIM baru.
“Pemohon SIM baru hanya cukup mengisi dalam kolom ada isian no induk KTP, nama dan tahun lahir. Selanjutnya akan muncul nomor antrean sesuai tanggal dan waktunya,” ungkap Silfia.
Ia melanjutkan, Polres Bogor juga menerapkan waktu maksimal untuk pengurusan SIM yakni sekitar 2 jam. Hal ini mempermudah pembuat SIM yang lolos seluruh uji SIM. Sementara, untuk perpanjang SIM hanya membutuhkan waktu 50-80 menit tergantung antrean.
“Dalam sehari itu, ada sekitar 300-400 pemohon SIM baru dan perpanjangan di Polres Kabupaten Bogor. Dengan demikian, nantinya para pemohon SIM nanti tidak perlu mengantre lagi,” bebernya.
Menurut Silfia untuk pembuatan SIM baru, tidak seluruhnya pemohon lolos dalam ujian. Ada yang gagal pada ujian teori dan ada pula di ujian praktik. Paling banyak pemohon SIM gagal di uji praktik.
“Kebanyakan baru bisa naik motor atau mobil, terus mengajukan pembuatan SIM. Padahal kemampuan mengemudinya masih belum baik. Pemohon SIM baru yang lolos uji dalam sehari tidak sampai setengah dari jumlah pendaftar. Mereka yang gagal masih diperbolehkan mengulang ujian sampai 3 kali dengan selang waktu 2 minggu,” jelasnya.
Polres Bogor juga menambahkan ruangan teori Avis dan fasilitas tambahan lainnya seperti 5 kelas ujian teori Avis dengan kapasitas 120 kursi dengan total kapasitas ujian 480 kursi per hari. Serta penambahan terhadap lapangan uji praktek SIM C yang menjadi tiga lapangan. Dengan ini diharapkan pelayanan terhadap Surat Izin Mengemudi dapat lebih cepat dan optimal.(InilahKoran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here