Pemprov Kaltim Terima Bhumandala Award 2016

62
0

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Bertepatan dengan Hari Informasi Geospasial yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2016, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendapatkan anugerah Bhumandala Award. Kaltim dinilai sebagai daerah yang berhasil menerapkan Simpul Jaringan terbaik 1, tahun 2016 untuk kategori pemerintah provinsi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro didampingi Kepala Badan Informasi Geospasial, Priyadi Kardono kepada Gubernur Kalimantan Timur, H Awang Faroek Ishak di Kantor Badan Informasi Geospasial (BIG), Cibinong, Bogor, Senin (17/10).

“Bhumandala award ini diberikan ke beberapa daerah sebagai apresiasi kami atas komitmen tinggi pemerintah daerah dalam pengembangan simpul jaringan informasi geospasial-nya. Hasil penilaian-nya meliputi beberapa aspek, baik teknis, kelembagaan, maupun sumber daya manusia, dan dilaksanakan oleh tim independen yang terdiri dari BIG dan Universitas,” kata Kepala Badan Informasi Geospasial, Priyadi Kardono.

Penghargaan ini merupakan yang pertama kalinya bagi Pemprov Kaltim, setelah di tahun sebelumnya hanya menjadi nominasi di bidang yang sama. “Penghargaan ini menjadi hadiah bagi Provinsi Kaltim yang akan berulang tahun di bulan Januari tahun depan,” kata Awang Faroek.

Ia menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya mengaku sangat serius mendukung Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP) di Indonesia melalui penyelenggaraan One Data One Map.

Sejak awal, Awang Farouk meyakini bahwa tanpa adanya penggunaan satu referensi peta yang sama dalam penyelenggaraan pembangunan, maka mustahil untuk mewujudkan pembangunan yang berkualitas.

“Permasalahan tumpang tindih perizinan pemanfaatan ruang, adanya perbedaan penggunaan peta dasar, lambatnya updating data spasial, serta minimnya ketersediaan data tematik spasial merupakan permasalahan yang harus segera dituntaskan di masing-masing daerah.

Ini tidak hanya berlaku di level provinsi, namun hingga level kabupaten/kota,” papar Awang. Sebagaimana diketahui, bahwa pengembangan Jaringan Informasi Geospasial Daerah sebagaimana yang diamanatkan UU Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial telah di implementasikan oleh Pemprov Kaltim sejak tahun 2014 melalui Instruksi Gubernur tentang pemanfaatan One Data One Map.

Modal Baik

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Rusmadi mengatakan, kesamaan visi dan misi antara pusat dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan informasi geospasial menjadi modal yang sangat bagus bagi Kaltim untuk mewujudkan pelaksanaan One Data One Map secara optimal.

“Penyelenggaraan Jaringan Informasi Geospasial Daerah ini bukan hanya tanggung jawab satu atau dua SKPD tertentu, tapi seluruh perangkat daerah harus turut mengambil peran,” ujarnya.(KORANJAKARTA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here