Batik Alleira Dukung Pembangunan Pendidikan di Papua

64
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | PENDIDIKAN – Batik Alleira kembali menggelarkan fashion show bertajuk “Yavadvipa” atau Jawadwipa. Direktur Kreatif Batik Alleira, Anita Asmaya Sanin mengatakan hasil penjualan batik pada acara tersebut akan digunakan untuk membangun pendidikan di Papua melalui Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP). Alleira Batik menjalin kerja sama dengan YPHP sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk membantu pembangunan pendidikan di Papua.

“Tujuan kita menjalin kerja sama dengan dengan YPHP sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Sebelumnya kita juga bekerja sama dengan Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus, Yayasan Jantung. Segala sesuatu yang kita bantu juga karena rasa tersentuh dan panggilan jiwa. Selain berkarya dalam batik, paling tidak kita bisa membantu yang membutuhkan dan YPPH salah satunya,” kata Anita pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/10).

Terkait tema fashion show, Anita menuturkan “Yavadvipa” diangkat sebagai inspirasi atas kekayaan adiluhung budaya Jawa. Pasalnya, pada acara ini ditampilkan keindahan batik khas Cirebon, Yogyakarta, dan Lasem, dengan berbagai koleksi terbaru untuk memanjakan pencinta batik dari semua usia  agar dapat menikmati koleksi terbaik.

Sementara itu, Senior Advisor YPHP, Aileen H Riady mengatakan kerja sama dengan Batik Alleira merupakan suatu hal yang baik. Ke depan, tidak tidak tertutup kemungkinan Papua yang dapat membantu atau menolong tempat lain dengan batik Papua.

“Suatu hal yang baik sekali jika apa yang dikoleksi dari Indonesia boleh mendukung Indonesia yang lain. Saya pikir ini baik. Kami mau bergabung, karena suatu hari mungkin siapa tahu batik dari Papua bisa menolong tempat lain,” ucapnya.

Dijelaskan, YPHP didirikan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dari anak-anak di pedalaman Papua, khususnya di daerah pegunungan. Pasalnya, keadaan anak di sana sangat berbeda dibandingkan dengan daerah lain. Anak-anak masih banyak yang tidak mengenal pendidkan. Mereka masih minim dalam segala hal.

Untuk itu, lanjut Aileen, pendekatan pendidikan untuk anak Papua dibuat lebih khusus. Pihaknya mengirim guru yang sudah terlatih untuk mendidik anak Papua dengan kurikulum yang berbeda.

Selain minim layanan pendidikan, masih banyak anak Papua yang mengalami kekurangan gizi. Untuk itu, pihaknya juga mendirikan klinik-klinik.

“Di sana angka kematian ibu dan anak masih tinggi, serta anak kekurangan gizi juga masih tinggi. Kami mendirikan klinik-klinik kecil untuk membantu kelahiran dan perbaikan gizi anak di sana,”ujarnya.

YPHP didirikan karena Papua merupakan salah satu daerah sangat terbelakang. Transportasi sulit, sehingga tidak banyak orang yang datang ke sana. Hal tersebut yang mendorong YPHP mendirikan sekolah di wilayah pedalaman dan pegunungan Papua.

“Kami berharap rintisan ini dapat melahirkan generasi cerdas yang dapat membangun wilayah Papua secara independen di kemudian hari,” tutup Aileen.(beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here