Cara Unik Polres Pasuruan Kampanye Tertib Berlalu Lintas, Datangi Daerah Pelosok dengan Motor Trail

71
0

BHARATANEWS.ID | UNIK | PASURUAN – Satlantas Polres Pasuruan memiliki cara unik saat mensosialisasikan serta mengkampanyekan tertib lalu lintas di daerah pelosok Pasuruan, seperti Tosari, Lumbang, dan masih banyak lainnya. Sosialisasi ini tidak hanya dipusatkan di wilayah kota melainkan wilayah-wilayah yang terpencil pun tetap disentuh.

Caranya, mereka turun langsung menyusuri medan-medan yang sulit di pedesaan menggunakan motor trail. Dalam kegiatan sosialisasi ini, polisi juga dibantu anggota komunitas Pasuruan Trail Adventure (PATRA). Komunitas ini memang dibentuk polisi, namun anggotanya juga banyak dari masyarakat sipil yang memiliki visi misi sama yakni ingin mengkampanyekan tertib lalu lintas.

Dari data yang ada, angka kecelakaan di Pasuruan ini cukup tinggi. Dalam sehari minimal ada satu kejadian laka lantas yang dilaporkan ke polisi. Dalam seminggu, setidaknya dua atau tiga nyawa melayang di jalan raya akibat kecelakaan. Jika di global, penyebab kecelakaan ini disebabkan karena kurangnya kesadaran pengendara sepeda motor atau pengemudi mobil dan lainnya dalam berlalu lintas. Mereka cenderung melupakan aturan dan tidak tertib berlalu lintas.

Kapolres Pasuruan AKBP Mohammad Aldian mengatakan, PATRA ini sudah ada sejak tahun 2014 lalu. Sejak saat itu, kegiatan sosialisasi dan kampanye tertib lalu lintas gencar dilaksanakan hingga saat ini. “Mengubah pola pikir masyarakat untuk mau tertib berlalu lintas itu tidak bisa instan, harus dilaksanakan secara berkala dan dalam jangka waktu yang panjang,” katanya saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Kamis (6/10/2016).

Aldian yang juga menjabat sebagai Ketua PATRA ini menjelaskan, selama ini, pihaknya memanfaatkan motor trail sebagai media untuk sosialisasi dan bercengkrama dengan masyarakat pedesaan. Menurutnya, motor trail ini lebih fleksibel digunakan untuk menjangkau rumah warga yang letaknya tidak bisa dijangkau menggunakan mobil. “Kami biasanya sosilasasi itu saat weekend, sekaligus menikmati alam,” katanya.

Dia mengatakan, dari sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan, hasilnya memang sangat signifikan. Artinya, banyak masyarakat yang interaktif dan menerima kehadiran PATRA ini. “Ya semoga ini membawa angin segar, agar ke depannya semakin sedikit masyarakat yang tidak mematuhi tata tertib lalu lintas,” ungkapnya.

Golnya, kata mantan Wakapolres Banyuwangi ini mengungkapkan, ke depan, tidak ada orang yang sepele dalam menggunakan helm. Biasanya, orang cenderung tidak menggunakan helm, karena pertimbangan jarak yang ditempuhnya dekat. “Kadang orang sepele, dianggap jarak tempuhnya itu dekat dan tidak membawa helm. Padahal, helm ini sangat penting dan pelindung kepala,” paparnya.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Evon Fitrianto menambahkan, dalam kegiatan ini semuanya anggota PATRA terlibat. Meski demikian, sosialisasi ini dilakukan lebih santai tidak terlalu formal. “Jadi saat kami ngetrail, semisal ketemu orang langsung kami sapa. Setelah menyapa, kami biasanya duduk bersama dan baru di sanalah kami sisipkan sedikit sosialisasi. Seperti, pak , bu, jangan melanggar aturan, bla , bla, dan sebagainya,” imbuhnya.

Evon mengatakan, kegiatan ini sekaligus tindak lanjut dari Gerakan Disiplin Berlalu Lintas (Gendis) yang sudah dideklrasikan beberapa waktu lalu. Gendis ini merupakan gerakan bersama untuk tertib berlalu lintas. “Kami akan berupaya mengajak seluruh masyarakat Pasuruan menjaga ketertiban lalu lintas. Kami akan mengurangin penindakan, tapi akan mengutamakan persuasif dan pendekatan semacam ini,” pungkasnya.

(suryamalang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here