Stop Politisasi Dunia Pendidikan

71
BERBAGI

BHARATANEWS.ID | PENDIDIKAN – Ketua Umum Forum Pemuda dan Mahasiswa Nusantara, Bambang Sudarmono mengatakan, esensi dari pendidikan berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila yaitu sebagai upaya untuk membentuk etika bangsa yang pancasilais.

Artinya etika bangsa yang memiliki semangat keberagaman, etika bangsa yang memiliki rasa kesatuan, dan persatuan, etika bangsa yang mengedepankan kemandirian serta etika bangsa yang berlandasan nilai keTuhanan.

Namun jika dilihat dengan berbagai macam problem serta carut marutnya dunia pendidikan akibat kelakukan oknum pemerintah yang cendrung mempolitisai dunia pendidikan, mustahil jika bangsa ini mampu membangun etika bangsa yang pancasilais.

“Maka dari itu stop politisasi pendidikan demi terwujudnya etika bangsa yang pancasilais,” kata Bambang kepada Tribun, Rabu (5/10/2016).

Dalam upaya menemukan sosok etika bangsa yang pancasilais diperlukan kesadaran bersama betapa pentingnya menanamakn nilai-nilai kebangsaan yang pancasilais.

Terlebih lagi mengakui pluralisme bangsa secara objektif karena merupakan potensi untuk memajukan bangsa.

Pengakuan itu adalah kesedian untuk melihat, meniliti dan mengembangkan setiap aktualisasi dari berbagai agama, budaya serta kekhasan etnis dalam proses sosiologis.

“Hal ini penting mengingat etika pancasila pada akhirnya bukanlah sebagai konsepsi yang terlepas dengan kondisi dan perkembangan masyarakat. Maka itu penting sekali menanamkan nilai-nilai tersebut di dalam dunia pendidikan,” kata Bambang.

Mahasiswa Fisip Untan ini menilai konsepsi pengembangan sebagai hasil dari pendidikan itu dapat tumbuh dan menunjang pembangunan serta pembentukan peradaban bangsa yang lebih baik.

Untuk itu kebutuhan dasar yaitu pendidikan justru diperlukan dalam pengaktualisasian diri setiap generasi bangsa yang memiliki berbagai potensi yang terkandung dalam semangat keberagaman agar terciptanya suatu tatanan bangsa yang mengandung makna kebesasan berfikir dan menjunjung tinggi kebinekaan.

“Semua itu hanya bisa ditempuh dengan melalui pendidikanmoralitas bangsa dan menanamkan etika pancasilais sebagai simbol keluhuran dan kepribadian bangsa,” terangnya.

Dengan demikian setiap unsur akan menguji potensinya melalui proses sosiologisnya, yang tertanam melalui pendidikan. pola seperti ini sekaligus berarti melibatkan semua unsur dalam pengambilan keputusan untuk membentuk dunia atau sistem pendidikan yang ideal.

Pada proses ini tidak jarang dan bahkan menjadi sasaran tembak bagi para pemangku kebijakan untuk mengotak-atik sistem pendidikan karena argumentasi yang dibangun berdasarkan kepentingan politik yang lebih dominan ketimbang kepentingan untuk membangun putra-putri bangsa melalaui pendidikan.(tribunnews.com)