Perkembangan Bekasi Bikin Agen Properti ‘Pede’

43
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Bagi agen properti, lokasi jelas-jelas sangat menentukan penjualan. Salah satu indikatornya ditunjukkan dengan adanya perkembangan infrastruktur di sekitar lokasi properti yang akan memudahkan konsumen.

Salah satu agen properti yang merasakan keuntungan tersebut adalah Herry Tan, selaku Principle Ray White Summarecon Bekasi. Menurut Harry, kondisi Bekasi dalam kurun waktu empat bulan ini mengalami perkembangan yang pesat. Khususnya untuk proyek Light Rail Transit (LRT) yang sangat dirasakan mendongkrak penjualan.

membangun properti hundian baik apartemen maupun rumah tapak. Pasokan properti yang bervardiasi, menarik investor untuk membeli properti dengan jumlah yang menggiurkan,” kata Herry.

Itu sebabnya, harga properti di Bekasi juga dapat dikatakan progresif. Menurut Herry, harga apartemen di Bekasi Barat dan Timur sudah berkisar Rp400 juta sampai Rp1 mildiar. Sedangkan rumah tapak dengan luas tanah 90 meter persegi dan 2 lantai dibanderol berkisar Rp1 miliaran.

“Perkembangan lokasi Bekasi yang pesat, bagi saya adalah momentum yang menguntungkan dan harus dimanfaatkan dengan strategi penjualan yang baik, dari segi internal dan juga eksternal,” ucap Herry yang sudah menggeluti bidang properti selama delapan tahun ini.

Saat ini Ray White Summrecon Bekasi memiliki karyawan sebanyak 30 orang yang mayoritasnya diisi oleh kaum muda yang menyukai tantangan. Dia pun kerap merekrut pekerja muda untuk menjadi agen propertinya.

“Saya mendorong para agen untuk tetapsenantiasa up-date diri dengan informasi terbaru, khususnya terkait perkembangan harga properti. Moto kami ‘One Dream One Family’ diharapkan bisa menjadi memacu semangat untuk terus meraih pencapaian penjualan yang maksimal,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, selain mengikuti perkembangan harga properti, agen juga harus melek teknologi. Herry menyadari, bahwa konsumen properti bersifat global dan tidak terbatas oleh regional lokasi properti berada.

“Karen kredibilitas pengembang menjadi poin penting saat kami menentukan apakah suatu proyek tersebut layak untuk kami jual atau tidak. Karena apabila kredibilitas pengembang masih dipertanyakan, kami juga tidak mau mempertaruhkannya kepada konsumen kami. Ingat, agen properti merupakan konsultan properti yang mempertaruhkan kredibilitas juga,” jelas Herry.

Menyinggung soal tax amnesty yang tengah hangat diperbincangkan berbagai pihak, menurut Herry sebaiknya harus tetap diapresiasi.

“Sebab, percaya atau tidak, keberhasilan saya menjual properti juga berkat digaungkannya tax amnesty oleh pemerintah. Bahkan pencapadian penjualan tertinggi oleh Ray White terjadi pada Agustus 2016, di mana saat tax amnesty baru diputuskan,” ujar Herry.

Adanya tax amnesty dan sertifikasi profesi agen properti di Indonesia, sebenarnya sudah menjadi modal positif bagi seorang agen untuk tetap semangat menjual properti. (okzone.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here