Cawapres Hillary Sebut Trump Ingkar Janji Untuk Rilis Laporan Pajak

61
0

BHARATANEWS.ID | Virginia – Calon wakil presiden (cawapres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Tim Kaine menuding calon presiden Partai Republik Donald Trump ingkar janji untuk merilis laporan pajaknya ke publik. Kaine pun menyerang cawapres Trump, Mike Pence, soal isu pajak Trump yang menjadi polemik.

Isu pajak Trump mencuat setelah surat kabar ternama New York Times(NYT) merilis artikel yang menyebut dugaan Trump menghindar untuk tidak membayar pajak federal selama 18 tahun terakhir, dengan mengklaim mengalami kerugian hingga US$ 916 juta (Rp 11,8 triliun) dalam laporan pengembalian pajak tahun 1995.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (5/10/2016), debat cawapres yang digelar di Longwood University, Farmville, Virginia pada Selasa (4/10) malam waktu AS ini berlangsung sengit sejak awal. Kedua cawapres saling menyerang saat membahas kompetensi capres masing-masing.

Kaine yang merupakan cawapres Hillary Clinton, menyinggung soal penolakan Trump untuk merilis laporan pajaknya. Kaine yang kini menjabat Senator Virginia menyebut Trump tidak menepati janjinya sendiri. Dalam berbagai pernyataannya, Trump menyebut dirinya tengah diaudit secara federal sehingga tidak bisa merilis laporan pajak.

“Gubernur Pence harus memberikan laporan pajaknya kepada Donald Trump, untuk menunjukkan dirinya memenuhi syarat menjadi wakil presiden. Donald Trump juga harus menyerahkan laporan pajaknya untuk menunjukkan dirinya memenuhi syarat menjadi presiden,” ucap Kaine merujuk pada Mike Pence yang kini menjabat Gubernur Indiana.

Tampil membela capresnya, Pence yang memiliki gaya lebih sopan dibanding gaya Trump yang kasar, menyebut Trump sebagai pengembang real estate telah banyak menciptakan ribuan lapangan pekerjaan dan menggunakan aturan pajak AS sebagaimana mestinya.

“Kenapa dia (Trump) tidak merilis laporan pajaknya?” tanya Kaine kepada Pence.

Kedua cawapres kemudian saling bertanya satu sama lain tanpa henti hingga moderator debat, penyiar CBS News Elaine Quijano, harus menginterupsi. “Pemirsa di rumah tidak bisa memahami saat Anda berdua saling menimpali satu sama lain,” ucapnya.

Debat cawapres yang hanya digelar satu kali ini, digelar di tengah masa-masa krusial bagi kedua tim kampanye capres. Hillary berusaha memanfaatkan polemik laporan pajak Trump untuk meraup suara dalam polling nasional. Sedangkan Trump berusaha bangkit dari penampilan tak stabil dalam debat pertama pada 26 September lalu. Debat capres sendiri akan digelar dua kali lagi, yakni pada 9 Oktober dan 19 Oktober mendatang.(detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here