Baik Buruk Kopi untuk Kesehatan

95
0

BHARATANEWS.ID | KESEHATAN – Para pecinta kopi merayakan hari kopi internasional pekan lalu, tepatnya pada 1 Oktober. Salah satu tujuan perayaannya adalah bentuk ekspresi kepedulian terhadap para petani kopi, selain menyatukan para penikmatnya yang tersebar di seantero dunia.

Nikmati diskon hingga 40% apparel dari Hawkeye Fightwear

Tak kurang dari 77 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, merayakannya.

Di balik sejarahnya yang panjang, kopi memiliki segudang manfaat. Meski, terdapat juga bahaya di dalamnya.

Sejarah Panjang

Penggembala kambing yang berada di Ethiopia yang pertama memperkenalkan kopi. Merekalah yang menemukan kopi. Kopi lantas berkembang  ke daratan Mesir, Yaman, Persia, dan  Afrika Utara, sebelum akhirnya mendunia seperti saat ini.

Awalnya, tak sembarang orang yang bisa meminum secangkir kopi. Petinggi agama hingga pemerintah melarang peredaran kopi pada era dulu. Salah satunya, di Italia di mana para pendeta melarang umat untuk mengonsumsi kopi.

Namun, saat ini kopi sudah bisa dinikmati semua orang dari segala lapisan.

Kota New York di Amerika Serikat dinobatkan sebagai kota dengan peminum kopi terbanyak. Warga New York mengonsumsi kopi 7 kali lebih banyak dari rata-rata jumlah yang diminum di seluruh dunia. Tak hanya itu, jumlah kedai kopi di New York juga lebih banyak dari kota lain.

Pun dengan Korea Selatan (Korsel) yang dikenal kuat budaya minum kopinya. Warga Korsel  saat ini lebih banyak mengonsumsi kopi dibandingkan dengan nasi putih, menurut survei yang dilakukan oleh Korea Centers for Disease Control (KCDC). Survei melibatlan 3.805 orang dewasa.

Dalam setahun, orang dewasa Korsel rata-rata minum 293 gelas kopi. Jika dikonversikan dalam mingguan dan harian, maka orang Korsel minum kopi 12,3 kali per minggu atau 1,8 kali per hari. Pada tahun 2012, konsumsi kopi orang Korsel adalah 12,1 kali per minggu. Jadi, ada peningkatan sebanyak 0,2 kali.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sebagai salah satu penghasil kopi terbesar dunia, budaya minum kopi di Indonesia belum sekuat kedua negara tersebut. Meski, biji kopi asal Indonesia sudah diakui dunia dan negara kita dikenal sebagai salah satu pengekspor kopi terbaik di dunia sejak tahun 1880.

Bahkan, kopi termahal dunia, yakni kopi luwak berasal dari Indonesia. Di pasar Amerika Serikat harga kopi ini bisa mencapai harga USD 600 USD per pon atau setara Rp 800 ribu per setengah kilogram. Sementara itu, untuk menikmati satu cangkir kopi luwak di Inggris, harus rela merogoh Rp 1 juta.

Kandungan Kopi

“Sulit untuk mengevaluasi manfaat gizi yang didapat dari konsumsi kopi. Yang jelas, minum kopi dengan gula dan krim yang berlebih tidak sehat,” ujar juru bicara KCDC.

Sebagian besar orang tahu jika kopi mengandung kafein. Padahal, kopi sebenarnya mengandung banyak nutrisi dalam setiap tetes, yaitu riboflavin (vitamin B2): 11 persen dari AKG; asam pantotenat (vitamin B5): 6% dari AKG; mangan dan kalium: 3% dari AKG; magnesium dan niacin (B3): 2% dari AKG.

Setelah menyesap kopi, banyak yang secara tidak sadar menjadi lebih bergairah. Perasaan pun juga menjadi lebih ceria. Kopi merupakan salah satu minuman yang dapat meningkatkan mood seseorang,

Kafein yang terkandung dalam kopi mempengaruhi kinerja sel dan menjadikan pergerakan adenosin dalam tubuh (sel yang menyebabkan rasa ingin tidur terhadap otak) lebih lambat. Pantas saja tubuh akan merasa lebih segar dan tahan terhadap rasa kantuk setelah minum kopi.

Sejuta Manfaat Kopi untuk Kesehatan dan Kecantikan

Sudah banyak studi yang dilakukan untuk membuktikan manfaat kopi bagi kesehatan dan kecantikan.

Bagus bagi kulit. Ada 3 alasan yang membuat kopi sangat bagus untuk merawat kulit. Salah satunya, kandungan antioksidan dalam kopi yang bisa menangkal radikal bebas. Lainnya, tingkat pH kopi hampir sama dengan tingkat pH kulit, sehingga tak akan membuat kulit kering. Terakhir, kopi bisa memperlancar aliran darah sehingga meningkatkan produksi kolagen.

Cegah kanker kulit. Menurut peneliti asal Inggris, kopi bisa menurunkan risiko kanker kulit, mulai dari stadium yang ringan hingga berat. Dalam studi yang melibatkan 3.000 partisipan, peneliti mengungkap kandungan kafein kopi bisa menghilangkan sel-sel kulit yang rusak akibat radiasi sinar UV matahari. Sel-sel rusak inilah yang jadi penyebab utama kanker kulit malignant melanoma.

Penelitian serupa dilakukan oleh Erikka Lotfield, dari National Institute of Health (NIH), bersama timnya. Laporan yang dimuat di Journal of theNational Cancer Institute itu menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi lebih dari empat cangkir sehari memiliki risiko kanker kulit 20 persen lebih rendah.

Tim peneliti menganalisa data dari 447,000 orang yang juga berpartisipasi dalam studi oleh NIH dan menjawab kuesioner berhubungan dengan makanan. Peneliti juga melihat data rekam medis para responden. Kesimpulan bahwa kopi dapat mengurangi risiko kanker kulit tetap muncul bahkan setelah disesuaikan dengan faktor-faktor lain seperti usia, merokok, dan konsumsi alkohol.

Menurut para peneliti, kemungkinan hal ini karena kopi juga mengandung polifenol dan kafein yang membantu melawan proses pembentukan kanker yang dipicu sinar UV. Lebih dari itu, tambah peneliti, kafein dapat berperan sebagai molekul tabir surya dari dalam dan mencegah kerusakan DNA.

Jaga kesehatan rambut. Sementara itu, kandungan kafein dalam kopi bisa membantu folikel rambut di kulit kepala terus tumbuh. Untuk mendapatkan manfaatnya, air kopi yang didapat dengan menyeduh 2 sendok teh kopi dengan air panas dibiarkan hingga dingin. Setelah membuang ampasnya, gunakan air kopi untuk membilas rambut, pijat kepala, dan biarkan 20 menit. Rambut jadi lebih tebal dan sehat.

Kurangi risiko kanker usus.  Studi terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat mengungkap minum 2,5 cangkir kopi dalam sehari bisa menurunkan risiko terserang kanker usus.

Tim peneliti dari Universitas Southern California (USC) melibatkan 5.145 pengidap kanker usus dan 4.097 orang yang tidak menderita penyakit mematikan itu. Kelompok pertama sudah didiagnosis menderita kanker kolon dalam 6 bulan terakhir.

Peneliti melakukan wawancara dengan partisipan studi terkait pola makan mereka, termasuk konsumsi minuman kopi serta jenis minuman kopi yang mereka minum, apakah kopi hasil menyeduh, instan, tanpa kafein, atau yang disaring.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain pemicu kanker usus, tim mengungkap jika 1-2 gelas kopi sehari bisa menurunkan risiko kanker usus hingga 26 persen. Risiko yang diturunkan lebih banyak hingga 50 persen, jika konsumsi kopi lebih dari 2,5 cangkir dalam sehari. Jenis kopi yang dikonsumsi tak berpengaruh, sebab semua memberi manfaat yang sama.

Kafein yang terkandung dalam kopi bertindak sebagai antioksidan yang mencegah terbentuknya sel-sel kanker dalam tubuh. Meski, dibutuhkan studi lanjutan untuk menguatkan temuan tim peneliti yang dikepalai Stephen Gruber.

Studi ini dipublikasikan dalam Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention.

Jaga kesehatan retina mata. Dalam sebuah penelitian, kafein berguna untuk membantu stabilitas indera penglihatan. Peneliti Chang Y Lee dari Universitas Cornell berpendapat antioksidan pada kopi mengandung cholorenic atau CLA yang mengobati degenerasi pada retina mata.

Selain itu, kopi juga mencegah iritasi mata dan potensi kebutaan akibat glaukoma, usia, dan diabetes.

Perlu diketahui, retina sebagai lapisan tipis jaringan mata yang diselimuti dengan jutaan sel-sel peka cahaya. Metabolisme retina membutuhkan banyak oksigen dan cenderung mudah stres saat kondisi oksidatif. Kekurangan oksigen dan produksi radikan yang terbatas akan mengarah pada kerusakan jaringan dan kehilangan penglihatan.

Dalam uji coba di Korea Institute of Science dan Technology, CLA yang terserap tubuh langsung dikirim ke saluran retina. Bahkan, kopi berpotensi menjadi obat bagi penyakit tertentu.

Turunkan risiko stroke. Dalam studi yang dihelat Karolinska Institute di Stokholm, Swedia, menemukan bahwa minum dua cangkir kopi setiap hari, secara signifikan mampu mengurangi risiko penyakit stroke.

Guna mendapatkan kesimpulan penelitian tersebut, para peneliti mengumpulkan data dari delapan penelitian antara 1960 hingga 2011. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi dua cangkir kopi per hari berisiko 14 persen lebih sedikit terhadap penyumbatan pembuluh darah di otak. Sementara, mereka yang minum hingga 4 cangkir kopi per hari, ternyata dapat mengurangi bahaya stroke hingga 17 persen.

Namun ditegsakan peneliti, mengonsumsi kopi lebih dari yang diperlukan tidak akan meningkatkan perlindungan tubuh terhadap bahaya stroke. Pasalnya, mereka yang ketagihan kafein dengan minum kopi lebih dari 6 gelas hanya mampu mengurangi risiko stroke 7 persen saja.

Bahaya Tersembunyi di Balik Kopi

Meski memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan, tak sedikit pula bahaya yang terkandung dalam kopi.

Studi memang belum dapat dibuktikan jika kopi tidak baik bagi kesehatan jantung. Dalam laman Yayasan Jantung Indonesia, disebut jika kopi menyebabkan detak jantung lebih cepat dari biasanya. Karena itu, kopi sebaiknya dihindari oleh mereka yang memiliki gejala ataupun penyakit jantung.

Pun dengan mereka yang punya penyakit maag. Sebaiknya menghindari konsumsi kopi kareba dapat meningkatkan asam lambung.

Ibu hamil (bumil) pun tak dianjurkan untuk minum kopi. Konsumsi 100 mg kafein per hari dapat menimbulkan keguguran. Pasalnya, selain meningkatkan denyut jantung, kafein dapat mempengaruhi janin dengan menyerang plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi darah janin tersebut.

Bagi wanita, kopi disebut tak baik bagi payudara. Kandungan kafein bisa menyebabkan payudara mengalami fibrokisti, berupa benjolan atau gumpalan bulat dari terkumpulnya cairan dalam kista. Benjolan ini bergerak bebas di payudara dan lembut saat disentuh.

Asupan kafein berlebihan, menurut studi University of Rochester Medical Center, juga bisa menyebabkan area tertentu pada payudara menjadi padat. Juga menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit pada payudara.

Lebih parah lagi, bisa mengakibatkan payudara kenudr dan mengecil.  Ini disebabkan menyusutnya jaringan lemak akibat pengaruh gen dalam wanita yang terdampak pengaruh kafein pada kopi.

Karena itu, jangan mengonsumsi apapun, termasuk kopi, secara berlebihan. Minumlah kopi secukupnya untuk mendapat manfaat baiknya dan terhindar dari efek negatifnya.

(rimanews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here