Sekolah Mulai Gunakan Buku Pelajaran Digital

72
0

BHARATANEWS.ID | PENDIDIKAN –¬†Founder Pesona Edu, Bambang Juwono mengatakan pendidikan pada abad ke-21 tidak dapat dipisahkan dengan kemajuan teknologi. Keduanya harus seimbang. Untuk itu, dunia pendidikan sedang berevolusi menuju era digital. Sekolah tidak hanya menggunakan buku pelajaran yang cetak, tetapi kini juga menggunakan buku pelajaran digital (e-book) sebagai pendamping. Kehadiran buku pelajaran digital memungkinkan anak belajar di mana pun dan kapan pun serta mendapatkan informasi dari berbagai sumber di internet sebagai bentuk implementasi pembelajaran era digital.

Menurut Bambang, upaya mengadopsi pembelajaran digital, misalnya dengan menggunakan laptop atau tablet, akan meningkatkan performa menuju pendidikan berbasis teknologi. Hal tersebut juga akan meningkatkan mutu pendidikan.

“Pendidikan saat ini harus diimbangi dengan teknologi. Guru tidak akan terbebani dalam mengajar. Buku pelajaran digital sangat membantu guru yang sibuk atau yang sulit menjelaskan pelajaran. Buku digital umumnya disertai gambar interaktif yang memudahkan siswa belajar,” kata Bambang di Jakarta, Minggu (2/10).

Hadirnya teknologi buku digital generasi keeempat merupakan jawaban dari kebutuhan dunia pendidikan terhadap ketersediaan sumber dan bahan belajar berbasis teknologi digital berkualitas. Buku digital bisa digunakan guru dan siswa sebagai media belajar pada era digital saat ini.

Sementara itu, anggota Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Gunawan Suryoputro mengatakan hadirnya buku digital mampu membuat siswa lebih giat belajar. Pasalnya, buku digital lebih menyenangkan, menarik, inovatif, dan kreatif.

“Buku ini menarik. Anak-anak lebih suka hal-hal yang menarik. Anak lebih suka belajar sambil bermain. Karena mereka akan lebih mudah memahami apa yang disampaikan guru dari gambar dan audio interaktif,” katanya.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Majelis perwakilan dari Kristen, David. Menurutnya, buku digital mampu menolong anak dalam belajar, sehingga tidak hanya menggunakan gawai untuk bermain game atau menonton YouTube. “Anak dapat memanfaatkan untuk belajar mandiri,” katanya.

Managing Director Pesona Edu, Hary S Chandra menambahkan dengan buku digital interaktif, anak mampu memahami isi buku pelajaran digital, tak hanya menghafal.

“Buku ini memiliki konten yang sama dengan buku versi cetaknya. Tetapi di buku digital ini, anak kita tuntun untuk mampu berpikir kritis. Misalkan untuk salat. Anak diperkenalkan tata cara wudu,” katanya. (beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here