Ini Hasil Mediasi Orang Tua Puspita dan SMAN4 Bandung

66
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BANDUNG – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, mediasi antara orang tua Siswi SMAN 4 Bandung, Dvijatma Puspita Rahmani dengan pihak sekolah SMAN 4 Bandung, menyepakati untuk mendukung pendidikan Puspita, seperti menjamin kelancaran proses administrasi, meski dia sudah tidak lagi bersekolah di SMAN 4 Bandung.

“Kedua belah pihak alhamdulillah sudah ada kesepakatan saling memfasilitasi, saling melengkapi, dan saling membantu untuk hal yang terbaik. Intinya, kami (KPAI) hanya fokus pada si anak tersebut mendapatkan haknya,” kata Susanto, dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman KPAI, Senin (3/10/2016).

Untuk diketahui, Puspita bersama orang tuanya mengadu ke KPAI terkait perolehan nilai nol di rapor untuk mata pelajaran Matematika. Akibat hal itu, Puspita tidak naik kelas. Padahal, Puspita merupakan siswa yang tergolong pintar karena mengikuti Olimpiade Biologi di sekolahnya.

Namun karena Puspita sempat sakit hingga dua pekan, dia tidak dapat mengikuti aktivitas sekolah seperti biasa. Ia juga tidak mendapatkan kesempatan menyusulkan tugas susulan dan mengikuti ulangan susulan. Karena merasa mendapatkan ketidakadilan, orang tua Puspita pun mengadukan peristiwa yang dialami anaknya ke KPAI.

Mediasi antara orang tua Puspita dengan Kepala Sekolah SMAN 4 Bandung digelar di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung bersama Kepala Dinas Pendidikan Elih Sudiapermana, di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Danny Daud Setiana, orangtua Puspita, mengaku memerlukan waktu yang lama dalam menyamakan persepsi di mediasi tersebut, guna mendapatkan dukungan pada anaknya dari solusi yang nanti dapat memudahkan DP melanjutkan pendidikannya.

“Alhamdulillah saya terima dan Insya Allah, kami sama-sama saling mengikhlaskan atas semua yang terjadi. Mudah-mudahan menjadi keberkahan dan kebaikan bersama dalam dunia pendidikan,” ucap Danny usai lakukan mediasi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 4, Dadang Yani Zakaria, mengungkapkan terima kasih kepada KPAI pusat dan semua pihak, yang telah membantu dalam memediasi persoalan tersebut. Ia menyebut, banyak hikmah yang diambil dari persoalan yang telah terjadi, untuk perbaikan pendidikan di masa mendatang.

“Kami yang terpenting itu, ananda (Puspita) bisa melanjutkan sekolah di sekolah yang baru dan kami siap membantu proses lain-lainnya,” ujarnya.

Kemudian, dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana menegaskan, bahwa Disdik siap membantu dari aspek administrasi guna mendukung keperluan-keperluan pendidikan DP. Kebetulan, kata Elih, siswa tersebut memilih sekolah masih berlokasi di Kota Bandung, sehingga lebih mempermudah dalam melakukan perpindahan dan bantuan lainnya.

“Alhamdulillah ananda kami sudah memilih sekolah yang merasa nyaman dan atas bimbingan serta persetujuan orangtuanya. Kami dari kedinasan menjamin bahwa apa yang menjadi syarat administrasi akan dilakukan,” jelas Elih.(netralnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here