Destinasi yang Terlupakan

56
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | TRAVELING

Sejarah menjadi hal yang tidak bisa dikesamping dalam dunia traveling Indonesia. Di bulan Agustus llalu Maxim¬†mengajak Anda menjelajah jauh ke pedalaman untuk mencari tahu destinasi sejarah yang tersembunyi dan masih asing didengar. Akrab dengan kata ‘perjuangan’, berikut adalah destinasi menawan yang memiliki sejarah kelam sebagai tempat perang, pembuangan tahan politik, hingga pengasingan Bung Hatta.

 Boven Digoel

Terletak jauh di pedalaman Papua di mana akses jalan masih sangat jauh dari kata layak, Boven Digoel, ke sanalah Bung Hatta menjalani masa pengasingan karena dianggap berbahaya bagi pemerintahan Hindia Belanda. Dengan kondisi yang lebih buruk pada masanya, hutan yang masih lebat, nyamuk malaria yang ganas, hingga binatang buas membuat Bung Hatta tidak bisa berkutik. Namun kini camp sudah berubah menjadi cagar budaya yang terlihat lebih layak dari sebelumnya. Wisatawan mulai berdatangan, namun masih belum seramai Lembah Baliem yang sudah lebih dulu populer di kalangan turis mancanegara dan domestik. Selain wisata sejarah, Boven Digoel juga mengandalkan Suku Kombay dan Koroway yang dikenal dengan rumah pohonnya untuk menarik wisatawan.

Pulau Buru

Anda mungkin lebih memilih pergi ke Ambon atau Pulau Seram yang lebih ramah didengar, daripada Pulau Buru. Namun sama seperti kebanyakan pulau di daerah timur lainnya, Pulau Buru juga memiliki lansekap menawan yang cukup lengkap, mulai dari pantai, gunung, hingga budaya yang bisa masuk dalam daftar kunjung Anda. Tapi sayang, orang lebih mudah mengingat pulau ini sebagai tempat pembuangan tahanan politik oleh pemerintah orde baru pada tahun 1969 sampai 1976. Yang paling hangat, tambang emas di Gunung Botak lebih sering menyebabkan konflik daripada untuk kesejahteran masyarakat. Coba saja gooling destinasi seperti Gunung Kaku Ghegan, Pantai Jikumerasa, Pantai Waplau, hingga bentang savana tak bernama, hanya sedikit informasi yang bisa Anda temukan.

Pulau Onrust

Tidak ada tempat untuk bersantai di pantai atau terumbu karang yang cantik sebagai spot snorkling, karena pada masanya Pulau Onrust sudah banyak berfungsi untuk berbagai pihak. Mulai dari raja-raja Banten menggunakannya sebagai tempat istirahat, VOC membangun pelabuhan dan menggunakannya sebagai galangan kapal, benteng pertahanan, tempat karantina, hingga penjara untuk para tentara Jerman dan Jepang. Sekarang hanya tersisa sebuah rumah yang dijadikan musem, bastion (benteng pantau), dan beberapa meriam bekas peninggalan Belanda yang ditinggalkan begitu saja. Namun dengan rimbunnya pepohonan yang tumbuh di pulau ini, Pulau Onrust sering dipilih sebagia tempat untuk bertualang, berkemah, dan memancing. (maximindonesia.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here