Bawa Senjata Tajam, Belasan Pelajar MTs Diamankan

61
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Sedikitnya 14 pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 32, Petukangan, Jakarta Selatan diamankan aparat kepolisian Polsek Kembangan Jakarta Barat kemarin.

Belasan pelajar itu ditangkap saat melakukan tawuran di Jalan Joglo Raya. Dari belasan anak itu, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam dan peralatan untuk tawuran di antaranya lima buah celurit, lima gir motor yang sudah dimodifikasi, dan golok. ”Bersama warga, kami menangkap mereka yang kala itu tengah menyerang MTs Negeri 27,” tutur Kapolsek Kembangan Kompol Aldo Ferdinand. Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Aldo, aksi tawuran itu dilator belakangi oleh dendam lama karena saling ejek yang terjadi sebelumnya.

Lantaran kesal, para pelajar MTs Negeri 32 ini nekat datang ke Sekolah MTs Negeri 27 untuk melakukan penyerangan. Hingga saat ini polisi masih melakukan pendataan dan mencari pemilik lima benda tajam itu.

”Nanti kita kenakan UUD Darurat,” tegas Aldo. Selain bakal memidanakan mereka yang terbukti membawa benda tajam, Polsek Kembangan juga akan mengirimkan surat ke Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk dipertimbangkan pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP). ”Secepatnya surat ke dinas akan kami kirim,” ucap Aldo.

Sementara itu, Angga Feri Purnama, 25, pengendara motor asal Bogor Barat, Kota Bogor, nyaris menjadi korban begal saat melintas di Jalan Darul Quran tembusan Jalan Raya Semeru, Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (27/8) dini hari. Informasi dihimpun menyebutkan, aksi kejahatan jalanan itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat korban yang mengendarai sepeda motor matik melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba korban berpapasan dengan pria tak dikenal. ”Angga saat itu mau pulang, setibanya di lokasi kejadian berpapasan dengan pelaku yang langsung membacoknya hingga mengalami luka parah di lengannya,” kata Ikra Sindarama, 35, kerabat korban, saat ditemui di RSUD Kota Bogor.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, karena khawatir sepeda motornya diambil, korban terus melaju ke jalan yang lebih terang dan langsung mendatangi Mapolsek Bogor Barat. ”Angga terus mengendarai motornya karena kalau berhenti, dia ketakutan motornya dirampas,” ungkapnya. Kapolsek Bogor Barat Kompol Indrat Riyani membenarkan telah menerima laporan korban yang mengalami luka bacok dan mengaku dibegal.

”Saat datang ke polsek, korban banyak mengeluarkan darah. Hingga akhirnya pingsan dan baru sadarkan diri setelah dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bogor,” katanya. Pihaknya hinggasaat inimasih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan korban terkait kronologi kejadian.

”Karena kondisi korban belum stabil, korban dirujuk ke Rumah Sakit Medika Dramaga. Setelah itu baru kita mintai keterangan untuk melengkapi proses penyidikan guna menangkap pelakunya,” jelasnya. (koran-sindo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here