Mediasi Perselisihan Ormas PP Dan BBRP Berakhir Dengan Peluk Damai

209
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Pertikaian yang terjadi antar ormas (Organisasi Masyarakat) di Kota Bogor yaitu PP (Pemuda Pancasila) dan BBRP (Benteng Bogor Raya Pajajaran) kini telah di mediasi oleh Kapolres Bogor Kota Walikota Bogor dan Dandim Kota Bogor di Aula Polres Bogor Kota (29/07).

Dalam mediasi tersebut turut disaksikan oleh Kapolres Kabupaten Bogor, Dandim Kabupaten Bogor, Muspida dan Jajaran Aparatur lainnya. Dengan penjagaan ketat di Area Polres Bogor Kota, Proses mediasi antara kedua ormas tersebut  berlangsung dengan kondusif.

Dalam proses mediasi tersebut, kedua ormas saling menumpah ruahkan keluh kesahnya. Seperti halnya Benninu Argoebie selaku MPC PP Kota Bogor mengatakan bila PP terbukti melakukan kesalahan, PP berani menyelesaikannya melalui proses hukum, dan PP hanya mempertahankan ideologi pancasila dan tidak pernah mau melawan hukum.

“Kalau anggota saya terbukti melakukan kesalahan dan melanggar hukum, saya siap untuk memecat anggota saya dan menyerahkannya melalui proses hukum. PP hanya mempertahankan ideologi Pancasila dan tidak pernah mau melawan hukum. Kalau anggota saya salah, maka saya tidak akan membelanya tetapi bila anggota saya benar akan terus mempertahankan dan membelanya”, ujarnya.

Lalu Ketua DPC BBRP, Anjar, menyetujui perkataan yang dilontarkan oleh Benninu Argoebie, bahwa BBRP juga adalah ormas yang berbasis budaya, berbeda dengan ormas lainnya. Dirinya juga menyampaikan kekecewaannya ketika anggota BBRP diserang tetapi tidak ada tindakan dan bantuan dari pihak PP.

“Saya sangat setuju, disini BBRP juga adalah ormas yang menjunjung tinggi Budaya, berbeda dengan ormas lainnya. Saya juga sempat kecewa ketika anggota saya diserang, tetapi tidak ada tindakan apapun dari PP. Mari sama – sama bergandeng tangan untuk perdamaian dan titik solusi”, tuturnya.

AKBP Mudammad Darwis selaku Kapolres Bogor Kota meminta maaf karena kinerja dari Polres Bogor Kota kurang cepat, dirinya berjanji akan menyelesaikan masalah dan menindaklanjuti laporan yang ada secepatnya. Selain itu, dirinya meminta kepada PP dan BBRP mulai sekarang tidak boleh lagi ada yang melakukan tindakan massa.

“Kami juga meminta maaf karena kinerja kami kurang cepat, saya berjanji untuk menyelesaikan masalah dan menindaklanjuti laporan yang ada secepatnya. Dan saya minta malam ini tidak boleh ada dari pihak ormas manapun yang melakukan tidakan massa. Polri, TNI, Satpol PP akan bersatu untuk melakukan sweeping. Jika ada Anggota Ormas yang membawa senjata tajam, saya akan menangkap dan memproses hukum mereka”, ujarnya.

Ketua Muspida juga mengatakan untuk sekarang diharapkan kepada para ketua Ormas untuk memerintahkan anggotanya tidak membawa senjata tajam.

“Saya harap tidak ada lagi anggota ormas yang membawa senjata tajam. Kalau misalkan harga diri, aparat juga punya harga diri. Untuk masalah keamanan biar serahkan pada kami”, tuturnya.

Bima Arya Wali Kota Bogor menerangkan bila tiga persamaan tersebut dijunjung oleh kedua ormas, sama – sama sepakat bertindak adil, sepakat untuk menahan diri, dan sepakat untuk taat proses hukum, tidak akan ada lagi pertikaian antar ormas.

“Kalau semuanya saling sepakat, saya yakin tidak adalagi ormas manapun yang akan bentrok lagi. Saya harap semua saling sepakat di tiga persamaan itu”, terangnya.

Benninu Argoebie juga menyampaikan pada saat anggota PP melakukan sweeping mencari anggota BBRP pada hari minggu (28/07), setelah sampai di juanda, tida ada bentrokan lagi. Kedepannya masing-masing Ormas harus bisa profesional.

“Kemarin malam setelah sampai di Juanda, semua anggota saya, saya suruh pulang dan tidak ada lagi bentrokan, dan saya harap kita semua kedepannya harus bisa profesional. Saya dari dulu ga pernah panggil Haji Lalang dengan panggilan Haji Lalang, tetapi saya panggil Pak Haji. Karena saya sangat menghargai Pa Haji sebagai Ketua Ormas BBRP. Saya juga akan memecat anak buah saya kalau dia ketahuan memprovokasi menyerang BBRP. Saya harap BBRP juga bisa melakukan hal seperti itu”, ujarnya.

“Sekarang saya ingin tahu bagaimana instruksi dari para pimpinan ormas kepada anggotanya. Suruh mereka mundur dan jangan adalagi bentrok. Setelah ini saya bersama anggota saya akan melakukan Sweeping, Kalau mereka kedapatan membawa senjata tajam, akan saya tangkap”, ujar Kapolres Kota Bogor.

Bima Arya Walikota Bogor menutup acara mediasi tersebut dan mengatakan semua sepakat untuk berdamai dan tidak ada lagi bentrok antar Ormas. Dengan adanya pertikaian kemarin dan diselesaikan dengan cara damai, itu akan menjadi awal untuk masa depan yang baik.

“Sekarang kita semua sepakat untuk berdamai dan tidak adalagi bentrok ormas. Pada intinya kita semua adalah Saudara. Ini juga evaluasi buat kami. Dengan adanya kritik seperti ini, membuat kami terus berusaha untuk menjadikan Bogor kota yang Kondusif”, tuturnya.

PP dan BBRP pun telah sepakat untuk berdamai dan setelah semua keluh kesah ormas tersirat lisan, pengertianpun saling terjadi dan alhasil perdamaian tercipta di Aula Polres Bogor Kota pada malam itu.

Semoga 1,4 juta jiwa di Kota Bogor tidak dibayangi oleh bentrokan antar saudara sehingga membuat resah dan kengerian di sekitar Warga Bogor.(dft/ry/jat)

pp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here