Polisi Dalami Tewasnya Karyawan di Kabupaten Bogor yang Tewas di Mesin Pencacah

90
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kecelakaan kerja yang terjadi di PT Unggul karya Semesta (UKS), Wanaherang dan menyebabkan salah seorang karyawannya, Ahmad (29) tewas diselidiki kepolisian.

Polisi masih perlu menyelidiki kecelakaan ini, karena kronologis tewasnya Ahmad masih simpang siur.

“Kami sudah ke rumah sakit, tapi dari RS keberatan untuk memberi keterangan kematian korban, tanpa surat resmi,” terang Kanit Reskrim Polsek Gunungputri, Iptu Imam pada Radar Bogor, kemarin.

Selain itu, kronologis yang diberikan manajemen perusahaan sangat berbeda keterangan beberapa saksi.

Menurut Imam, manajemen perusahaan menyebut tewasnya Ahmad karena sakit. Sementara, beberapa saksi menyebut jika Ahmad tewas setelah masuk ke dalam mesin pencacah botol.

“Untuk kronologi kami belum pastikan. Karena masih simpang siur keterangan yang kami dapat,” ucapnya.

Sementara HRD Ligo Group induk PT UKS, Miad Mulyadi, enggan memberikan keterangan ulang.

“Saya belum bisa berkomentar banyak,” singkatnya kepada Radar Bogor.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad tewas setelah masuk dalam mesin pencacah botol, Rabu lalu (17/8/2016). Sementara, konfirmasi sebelumnya, HRD Ligo Group induk PT UKS, Miad Mulyadi membenarkan kecelakaan kerja yang menewaskan salah satu karyawannya.

Menurut dia, perusahaan sudah mengedalankan K3 (keselamatan, kesehatan kerja).

“Untuk SOP sebenarnya sudah sangat baik. Hanya memang, musibah setiap saja bisa datang,” kata Miad saat dihubungi Radar Bogor, Rabu (24/8/2016).

Paska kejadian itu, perusahaan juga sudah memberikan santunan kepada keluarga korban. Miad menegaskan, seluruh karyawannya mengedepankan K3 saat bekerja.

“ Tanpa kewaspadaan, alat safety tak akan berpengaruh banyak,” tuturnya.

(pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here