Memupuk Kecintaan pada Jurnalistik

61
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Untuk kedua kalinya KORAN SINDO menggelar GEN SINDO Journalism Camp. Acara yang ditujukan untuk membangun kecintaan mahasiswa pada dunia jurnalistik ini diikuti 50 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi di Pulau Jawa.

Journalism Camp Batch II yang mengangkat tema ”Lets Xplor Journalism” ini merupakan komitmen KORAN SINDO turut serta dalam mengedukasi kalangan muda. Journalism Camp Batch II diikuti peserta dari komunitas GEN SINDO dan Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang berasal dari Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB),

UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik (IISIP), Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Trisakti, Polimedia Negeri Media Kreatif Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Sanggabuana YPKP Bandung, Universitas Al-Azhar, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Mataram, IAIN Manado, serta STEI Tazkia.

Wakil Pemimpin Redaksi KORAN SINDO Djaka Susila mengungkapkan, di era digital journalism, begitu banyak informasi bahkan terjadi inflasi informasi. ”Kita semakin mudah mendapat informasi di era saat ini. Namun, kondisi itu tak berbanding lurus dengan kualitas informasi bahkan penikmat informasi,” paparnya saat membuka Journalism Camp Batch II Wisma Indofood, Cibodas, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, kemarin. Djaka menambahkan, hal itu terjadi karena semakin banyak informasi, kita justru semakin malas menyaring informasi tersebut.

”Semestinya, semakin banyak informasi yang masuk, justru kita semakin jeli memilah informasi. Nah, sebagai generasi muda di era digital saat ini, tugas kalian untuk bisa semakin pintar menyaring inflasi informasi saat ini. Melalui Journalism Camp, diharapkan mampu memberikan pemahaman bagaimana bijak mengonsumsi dan mengolah informasi saat ini,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Journalism Camp Batch II Esti Setiyowati menjelaskan terlaksananya ajang ini tidak lepas dari suksesnya acara yang sama tahun lalu. ”Ketika itu, kami mengangkat tema ”Journalism For Young Generation,” dan antusiasme para peserta sangat besar. Selepas acara, kami mendapat feedback yang amat positif dari peserta dan juga kampus.

Kami pun berkomitmen untuk menyelenggarakan event ini setiap tahun,” ujar Esti. Esti menambahkan, tahun ini jumlah peserta ditingkatkan dan perguruan tinggi yang diundang pun diperbanyak. Tujuannya tak lain agar bisa menjaring lebih banyak mahasiswa yang memiliki ketertarikan dalam dunia jurnalistik. ”Walaupun banyak dari peserta yang tidak berasal dari fakultas komunikasi, mereka sangat tertarik menekuni jurnalistik.

Kami berharap dengan adanya Journalism Camp ini, mereka mendapat tambahan ilmu sehingga lebih mudah bagi mereka jika ingin sepenuhnya terjun ke profesi ini,” lanjut Esti. Dia melanjutkan, untuk tahun ini titik berat Journalism Camp lebih kepada media online dan bagaimana sinerginya dengan media di berbagai macam platform.

Peserta juga diberikan workshop menulis, teknik menembus narasumber dan wawancara, fotografi, tata letak, kode etik jurnalistik, serta pembekalan materi dari Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Journalism Camp Batch II yang berlangsung sejak Kamis (25/8) dan ditutup besok disponsori Bank Indonesia dan LPS.

Selain itu, juga didukung oleh Indofood, Lenovo, Xiaomi, Kalbe Farma, Pepsodent, Maybelline, May&June, Frisian Flag Indonesia, Blibli.com, Hoka Hoka Bento, dan Greenfields Indonesia. Peserta dari ITB, Tri Buana Desy Ariyanti, mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti pelatihan jurnalistik ini.

”Saya ingin menambah ilmu jurnalistik, dengan belajar bersama jurnalis profesional, sharing dengan mahasiswa dari universitas lain, dan menambah relasi,” ujar Tri. Komentar senada juga dilontarkan peserta Journalism Camp Batch II asal UNJ, Ana Tria Purnama. Menurutnya, acara ini amatlah efektif dalam menambah pengetahuannya, apalagi menjadi jurnalis andal merupakan ambisinya sejak duduk di bangku SMA.

”Saya belum pernah terjun langsung membuat berita, karena merasa kekurangan ilmu. Dengan mengikuti Journalism Camp, motivasi saya kembali bangkit karena banyak sekali ilmu yang saya petik dalam pelatihan ini,” ungkap Ana. (koran-sindo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here