Kisah Nama Mukidi yang Lagi Heboh Jadi Bahan Candaan dan Viral

113
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | TEKNOLOGI – Bila Anda tergabung dalam whatsapp grup pasti tengah heran dengan humor Mukidi yang terus menerus datang. Sejak dua hari ini, nama Mukidi memang viral menyebar lewat WA grup. Isinya humor dan candaan soal Mukidi.

Banyak yang bertanya-tanya, siapa sih Mukidi? Kenapa sih dia jadi bahan candaan?

Tak ada yang tahu pasti kenapa nama Mukidi yang terpilih. Tapi konon katanya, nama Mukidi ini memang sudah lama menjadi bahan candaan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Arti Mukidi bergantung kepada siapa yang menafsirkan, bisa berarti positif bisa juga negatif.

Pastinya nama Mukidi ini berkesan ndeso, kampungan, atau bahasa kekiniannya bully able. Tak heran bila joke-joke bermunculan soal Mukidi ini. Bila di Jawa Barat, sosok Mukidi ini mungkin bisa disandingkan dengan Kabayan.

Mukidi terus merajai isu di WA. Orang-orang terus menyebarkan virus Mukidi. Ada juga yang menyebar foto orang bernama Mukidi. Sekali lagi Mukidi ini sebatas canda. Orang-orang pun sepertinya walau tak mengerti bagaimana Mukidi bisa ramai, akhirnya menikmati joke soal Mukidi.

Kunci soal Mukidi ini jangan terlalu serius menyikapinya. Nikmati saja keriuhan masyarakat di era digital. Kelucuan Mukidi ini apabila dalam batas wajar tentu tak mengapa. Mungkin ini lebih baik daripada menyebar isu SARA atau fitnah. Enjoy Mukidi! Atau Anda punya cerita lain soal asal usul joke Mukidi?

Berikut beberapa joke soal Mukidi yang tersebar:

Jaya adalah tetangga Mukidi, tapi mereka tak pernah rukun. Mukidi merasa Jaya adalah saingannya.

Jika Jaya beli sepeda baru, Mukidi tidak mau kalah. Mukidi ya beli sepeda baru juga.

Ketika menjelang Lebaran, rumah Jaya dicat merah. Besoknya, Mukidi mengecat dengan warna merah juga.

Karena kini 17 Agustusan, Jaya memasang spanduk di depan rumah bertulisan “INDONESIA TETAP JAYA”.

Hati Mukidi panas dan memasang spanduk juga dangan tulisan “INDONESIA TETAP MUKIDI”

MUKIDI PLESIR KE TANAH MELAYU

MUKIDI ke Tanjung Pinang naik peawat, sudah nahan kebelet dari Jakarta.

Sampai disana langsung buru-buru nyari toilet. Pas mau masuk, eh dihalangin oleh penjaganya dengan *berpantun.*

“Wet et et et … tunggu, tunggu”, kata penjaganya.

Celana bukan sembarang celana

Celana panjang baju berdasi

Tak peduli awak darimana

Masuk toilet harus permisi

Beuuuuh. Lalu Mukidi balas.

Emas perak adalah harta

Mohon dijaga sepenuh hati

Saya menahan berak dari Jakarta

Tolong lah pinjam toilet barang sekali.

Penjaganya bilang “Wah, awak ni laaah…”

Zaitun bukan sembarang zaitun

Zaitun bulat seperti semangka

Pandai kali awak berpantun

Bolehlah pakai toilet sesukanya.

Mukidi bergegas menuju toilet. Baru beberapa langkah, Mukidi balik lagi ke penjaganya.

Zaitun bukan sembarang zaitun

Pulau kembang jauh disana

Lama sekali awak ngajak berpantun

Saya sudah berak di celana.

Kapok kon………

(detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here