Jelang Iduladha, Okupansi Hotel Di Yogyakarta Lebih Sepi Dibanding Tahun Lalu

58
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BISNIS – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tingkat hunian serta pemesanan kamar hotel di daerah itu masih rendah menjelang Iduladha.

“Biasanya beberapa pekan menjelang Iduladha okupansi dan pemesanan mulai meningkat. Sekarang rata-rata okupansi masih 30%-40%,” kata Wakil Ketua PHRI DIY Herman Tony, Jumat (26/8/2016).

Menurut Herman, bagi pengusaha hotel, saat ini masih tergolong masa sepi pengunjung (low season). Kondisi itu, dia perkirakan masih akan terjadi hingga Oktober mendatang.

Selain disebabkan belum adanya musim liburan baik di Indonesia maupun mancanegara, rendahnya tingkat hunian hotel, menurut dia, juga dipengaruhi peristiwa bencana maupun ketegangan politik yang terjadi di sejumlah negara.

“Gempa bumi di Myanmar yang dirasakan negara-negara tetangganya sangat mungkin mempengaruhi kunjungan wisata. Apalagi tingkat kunjungan wisata di Yogyakarta masih didominasi wisatawan Asia,” kata dia.

Dia berharap seperti tahun-tahun sebelumnya momentum libur panjang Iduladha memberikan angin segar bagi tingkat hunian kamar hotel di Yogyakarta. “Kami memang berharap ada liburan yang mampu mendongkrak tingkat hunian,” kata dia.

Meski demikian dia juga kembali mengingatkan pengusaha perhotelan baik nonbintang (melati) maupun hotel berbintang agar menghindari perang tarif dengan memasang tarif secara proporsional untuk meningkatkan tingkat hunian.

“Persaingan tidak sehat dengan memasang tarif di bawah batas bawah agar dihindari. Meskipun sulit dihindari tapi kami akan selalu mengingatkan,” katanya. (bisnis.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here