Infrastruktur PON 2016: Tol Soroja Tak Bisa Digunakan, Ini Alasannya

58
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BISNIS – Pemerintah memastikan tol Soreang—Pasirkoja atau Soroja sepanjang 11 km yang semula direncanakan untuk mendukung perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX pada September 2016 tak mampu digunakan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV wilayah Jabodetabek Punjur, Jabar, dan Banten, Bambang Hartadi menyatakan progres konstruksi ruas tersebut tak mencapai target yang telah dicanangkan. Pasalnya secara keseluruhan pengerjaan konstruksi untuk seksi I dan II ungkapnya baru mencapai 45%

“Kami lihat secara fisik jelas tidak mungkin terkejar untuk PON bahkan meski hanya fungsional saja. Apalagi ini terutama ada alternatif pertimbangan untuk menggunakan stadion Bandung Lautan Api. Kalau Soroja kan lebih mendukung akses ke Stadion Jalak Harupat,” terangnya Kamis (25/8)

Bambang menjelaskan kemajuan pelaksanaan pekerjaan itu awalnya diharapkan bisa mencapai 83% hingga akhir Agustus 2016. Namun realisasi di lapangan, konstruksi tersebut mengalami deviasi sebesar 37,3%. Hal ini juga nantinya berdampak pada molornya operasional ruas itu.

Berdasarkan kontrak perjanjian yang telah diteken semestinya waktu pelaksanaan dilakukan selama 365 hari kalender yang terhitung sejak 1 September 2015 dan berakhir 30 September 2016. Menurutnya ada dua kendala yang menghambat tercapainya target yang sebelumnya dicanangkan.

“Ini juga pasti molor, harusnya September bisa operasional. Pertama itu karena lahan yang belum tuntas, kemudian juga saya rasa kendala internal terkait pendanaan yang harus mereka lakukan” imbuhnya.

PT Citra Marga Lintas Jabar menggunakan skema Contractor Pre Finance (CPF) demi menjamin pembayaran kontraktor terus berjalan meskipun belum melakukan financial closing dengan perbankan. Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan ekuitas dari investor ruas itu, yakni PT Wijaya Karya dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.

Direktur Utama PT Citra Marga Lintas Jabar, Bagus Medi Suarso menyatakan penyelesaian pendanaan dengan perbankan sudah dalam tahap finalisasi. Dia memastikan finansial closing akan dilakukan awal bulan September. Sejauh ini dia menuturkan telah mengeluarkan ekuitas total sebesar 36% untuk pendanaan kontruksi

“Saat ini kami sudah tidak menggunakan CPF lagi, karena awal bulan depan sudah akan tanda tangan dengan perbankan. Jadi setelah mendapatkan pinjaman perbankan. Pinjaman itu bisa digunakan untuk mengganti ekuitas kami” katanya. (bisnis.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here