Dukung Bisnis Waralaba, Nilai Transaksi FLEI 2016 Diproyeksi Tembus Rp1 Triliun

57
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BISNIS – Dengan dukungan jumlah penduduk yang besar, Indonesia menjadi pasar yang sangat menarik bagi perkembangan bisnis franchise.

Menurut data Kementerian Perdagangan (Kemendag), saat ini terdapat lebih dari 23.000 gerai waralaba dan 12.000 pelaku usaha waralaba. Omzetnya pun tidak main-main dengan angka mencapai Rp120 triliun.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia, Wali bersama Reed Panorama Exhibitions bakal menggelar Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2016, Cafe & Brasserie Indonesia (CBI) 2016 dan Retail Solution Expo 2016 pada 2-4 September 2016. Nantinya akan hadir lebih dari 350 brand waralaba dan 200 perusahaan dari 12 negara yaitu Indonesia, Singapura, Thailand, Taiwan, China, Korea, Jepang, AS, Lithuania, Australia, Vietnam, dan Inggris.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini akan ada pameran mengenai kafe dan restoran serta perlengkapan bisnis ritel. Jumlah pengunjung yang ditargetkan hadir adalah 20.000 orang, naik dari angka 2015 yang sebanyak 16.000 orang. Sementara, nilai transaksi diproyeksi menembus Rp1 triliun atau lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sekitar Rp600 miliar.

General Manager Reed Panorama Exhibitions James Boey mengatakan digelarnya tiga event sekaligus sejalan dengan terus berkembangnya bisnis waralaba dan kafe di Indonesia. Dia mengutip data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang menyebutkan di ibukota saja setidaknya terdapat lebih dari 500 bar dan kafe, di mana jumlahnya diproyeksi bakal tumbuh 30%.

“Kolaborasi ketiga sektor bisnis ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mendorong perkembangan industri waralaba dan kafe di Indonesia. Kami berharap ke depannya akan terbangun sinergi dari masing-masing bisnis sehingga dapat menciptakan peluang usaha yang lebih besar dan jaringan yang lebih luas,” paparnya.

FLEI ditujukan sebagai tempat pertemuan antara pemilik franchise dengan investor, sekaligus menjadi ajang melahirkan pengusaha baru. Sementara, CBI diharapkan dapat mendukung perkembangan industri kopi nasional terutama specialty coffee.

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) mencatat angka konsumsi kopi nasional melonjak 36% dalam periode 2010-2014, sedangkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan pertumbuhan konsumsi kopi olahan di dalam negeri rata-rata di atas 7% per tahun. (bisnis.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here