Distanak Kota Bogor Perketat Pengawasan Hewan Kurban

58
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bogor, Jawa Barat, memperketat pengawasan hewan kurban dengan menurunkan tim yang bertugas memeriksa kesehatan dan kelaikan hewan.

“Ini pengawasan rutin yang kami lakukan, jauh-jauh hari kami sudah melakukan pengawasan. Ada tim khusus yang bertugas turun ke lapangan mengawasi masing-masing penjual kurban,” kata Kepala Distanak Kota Bogor Azrin Syarifuddin saat dihubungi Antara di Bogor, Jumat.

Menurut Azrin, sejak pertengahan Agustus pihaknya telah melayani permintaan surat kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bogor yang setiap hari jumlahnya kian meningkat.

Surat kesehatan tersebut diperlukan bagi pedagang sebagai syarat hewan yang dijual di wilayah Kota Bogor telah diperiksa kondisi kesehatannya dan terbebas dari penyakit hewan seperti Antraks, sapi gila dan penyakit lainnya.

Sebelum diterbitkan surat kesehatan hewan, hewan-hewan yang dibawa oleh pedagang wajib melengkapi surat kesehatan dari dinas peternakan tempat asal hewan tersebut.

Setelah itu, Distanak Kota Bogor juga akan mengeluarkan surat kesehatan guna memastikan hewan yang masuk benar-benar masih dalam kondisi sehat.

“Kami melihat kesadaran pedagang terkait kualitas hewan kurbannya semakin meningkat, begitu juga dengan masyarakat yang membeli. Sehingga mau tidak mau pedagang harus benar-benar menyediakan hewan yang layak,” katanya.

Setiap hewan kurban yang akan dijual juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Distanak meliputi kondisi fisik luar seperti kondisi mata, feses dan juga bobot dan usia hewan.

Hal itu untuk memastikan hewan tidak dalam kondisi stres setelah perjalanan jauh.

“Setelah diperiksa baru dikeluarkan surat kesehatan hewannya, jadi pemeriksaan ganda,” katanya.

Menurut Azrin, keberadaan penjual hewan kurban di Kota Bogor tahun 2016 mengalami peningkatkan yang terlihat dari tempat-tempat penjualan yang kini mulai banyak dan menjamur di lokasi-lokasi yang sebelumnya tidak pernah ada.

“Kita punya data ada beberapa pedagang hewan kurban yang tetap, berjualan di lokasi yang sudah digunakan sebelumnya. Kini ada penambahan, kami liat ada pedagang yang berjualan di Jl Pajajaran, padahal dulu tidak pernah ada yang jualan disana dan ada beberapa lokasi lainnya,” katanya.

Diprediksikan, tahun 2016 kebutuhan hewan kurban juga ikut meningkat seiring bertambahnya jumlah pedagang kurban, juga kemampuan beli masyarakat serta kesadaran untuk beribadah kurban.

Tahun 2015 lalu, jumlah hewan kurban yang dipasok mencapai 9.500 ekor dari sejumlah peternak yang ada di wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi, Jawa Barat maupun Pulau Jawa.

“Tahun ini diprediksikan kebutuhan hewan kurban meningkat sekitar 20 persen,” katanya.

(www.netralnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here