Bank Mandiri Berencana Terbitkan KIK EBA hingga Rp1 Triliun di 2017

95
0
SHARE
Bank Mandiri Berencana Terbitkan KIK EBA hingga Rp1 Triliun di 2017
Bank Mandiri Berencana Terbitkan KIK EBA hingga Rp1 Triliun di 2017

BHARATANEWS.ID | BISNIS – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun pada 2017. Penerbitan itu dilakukan untuk mendukung pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) yang dimiliki perseroan.

Direktur Finance & Treasury Bank Mandiri, Pahala N. Mansury, mengatakan penerbitan KIK-EBA mungkin akan dilakukan pihaknya di tahun depan. Dana tersebut nantinya untuk tambahan dari penerbitan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) sebesar Rp500 miliar yang telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Sebetulnya kita kan punya portofolio KPR itu kurang lebih Rp27 triliun, periode sampai dengan Maret 2016. Jadi rata-ratanya kalau masih akan terbitkan KIK-EBA lagi, KPR kita masih cukup banyak-lah,” ucap Pahala ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Pahala menyebutkan, penerbitan EBA-SP sebesar Rp500 miliar saat ini karena waktunya yang pas. Seperti, tingkat BI rate yang sudah turun di mana hal tersebut membuat pelaku pasar (investor) menjadi lebih yakin.

“Lebih ke timing sih. Kemarin kan tingkat bunga tinggi, Sekarang BI rate saja sudah turun. Appetite (ketertarikan) investor lebih baik, likuiditas di surat berharga khususnya SBN juga cukup tinggi. Jadi keduanya timing-nya bagus. Memang yang kita lihat cukup bagus pada tahun ini EBA-SP,” jelas Pahala.

Penerbitan EBA-SP, asetnya akan dialihkan kepada SMF, setelah itu diterbitkan dalam bentuk surat berharga sekuritisasi. Sedangkan KIK-EBA, aset KPR dipindahkan ke KIK dan harus ada Manajer Investasi (MI) yang terlibat.

“MI memastikan cashflow yang berasal dari KPR itu dibayarkan kepada pemegang surat berharga. Jadi, bedanya KIK-EBA yang menerbitkan manajer investasi, kalau EBA-SP (yang menerbitkan) SMF,” jelas Pahala.

Dengan adanya pendanaan alternatif seperti KIK EBA dan EBA-SP, maka diharapkan pendanaan di sektor perumahan bisa lebih mudah. Sehingga ketersediaan pembiayaan KPR bisa lebih positif.

Sebelumnya, SMF mencatatkan EBA-SP dengan kode SMF-BMRI 01 sebesar Rp‎500 miliar di BEI pada Jumat, 26 Agustus 2016. Pencatatan EBA-SP KPR SMF-BMRI 01 tersebut merupakan hasil kerja sama sekuritisasi aset sebesar Rp500 miliar antara SMF dengan Bank Mandiri.

SMF optimistis kehadiran instrumen EBA-SP tersebut bisa memperkuat pasar keuangan Indonesia, dan mendukung pengembangan basis investor domestik.

(metrotvnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here