177 Calon Haji Berdokumen Palsu Belum Bisa Dipulangkan

68
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Kementerian Luar Negeri menyatakan 177 calon jemaah haji asal Indonesia yang saat ini sudah berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila, masih belum bisa dipulangkan ke tanah air. Para warga negara Indonesia (WNI) itu masih harus melewati proses verifikasi dalam rangka memastikan bahwa otoritas Filipina memperoleh informasi memadai untuk membawa kasus itu ke meja hijau.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI) Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan tim KBRI dan Kemlu yang sejak hari pertama mengawal kasus itu, terus mengupayakan hal terbaik agar 177 WNI bisa segera dipulangkan. Bantuan dari KBRI bisa diberikan secara leluasa karena otoritas Filipina memberikan akses kekonsuleran sejak awal kasus itu.

“Namun, proses itu (pemulangan) harus menghormati hukum setempat,” kata Iqbal lewat pesan tertulis di Jakarta, Jumat (26/8).

Otoritas Filipina akan membawa kasus 177 calon jamaah haji Indonesia yang memakai paspor palsu Filipina itu ke persidangan. Diduga kuat, kasus itu melibatkan sindikat kejahatan di Filipina. Dalam proses penyelidikan, Filipina sudah menahan lima warganya yang menjadi pendamping dari 177 calon jemaah haji Indonesia saat ditangkap di Bandara Ninoy Aquino, Manila, awal pekan ini.

Iqbal mengatakan proses verifikasi saat ini dilakukan antara otoritas Filipina bersama tim KBRI Manila dan Kemlu. Dubes RI di Manila juga terus mengupayakan agar proses itu bisa segera diselesaikan, sehingga 177 WNI dapat dipulangkan karena mereka hanya korban.

“Kecuali beberapa di antara mereka yang memang akan dibutuhkan sebagai saksi korban dalam persidangan nantinya tetap tinggal di Filipina,” kata Iqbal.

Iqbal menegaskan Indonesia dan Filipina memiliki kepentingan sama untuk memastikan agar praktik ilegal itu tidak terulang lagi. “Karena itu kita berkepentingan mendukung proses hukum yang dilakukan pihak Filipina,” tandasnya.

Wakil Duta Besar RI di Manila, Ade Petranto, mengatakan pejabat dari Kementerian Kehakiman Filipina dijadwalkan akan berkunjung ke KBRI pada Selasa (30/8) untuk melihat kondisi 177 WNI.

“Dengan demikian diperkirakan hingga tanggal tersebut para WNI belum dapat dipulangkan,” katanya.

(www.beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here