Bank Mandiri Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 8,9 Persen

71
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BISNIS – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menerbitkan obligasi dengan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I mencapai Rp 5 triliun. Ini menjadi bagian dari rencana total penerbitan obligasi yang sebesar Rp 14 triliun.

Direktur Finance dan Treasury Bank Mandiri Pahala N Mansury mengungkapkan penerbitan obligasi ini memiliki tiga tenor. Untuk Seri A dengan tenor 5 tahun menawarkan kupon 7,75-8,25 persen, Seri B bertenor 7 tahun ditawarkan kupon 8,15-8,65 persen, dan Seri C bertenor 10 tahun ditawarkan kupon 8,4-8,9 persen.

Menurut Pahala, hasil penerbitan obligasi PUB I ini akan d‎igunakan untuk tiga hal. Pertama untuk memperbaiki struktur pendanaan perusahaan, kedua, untuk membayar obligasi sub koordinasi yang jatuh tempo pada Desember 2016 sebesar Rp 3,5 triliun.

“Ketiga, kita akan lakukan ekspansi kredit jangka panjang, terutama di sektor infrastruktur, karena sektor ini dalam beberapa tahun terakhir tumbuhnya cukup tinggi,” kata Pahala di kantornya, Rabu (24/8/2016).

Pahala menambahkan, obligasi ini diyakini akan banyak peminatnya mengingat situasi saat ini sangat mendukung. Situasi itu di antaranya tren suku bunga yang terus menurun dan masuknya dana-dana asing ke Indonesia seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Dilihat dari kupon yang ditawarkan, Pahala mengungkapkan untuk seri C dengan tenor 10 tahun diyakini lebih baik dari kupon yang ditawarkan pemerintah dengan tenor yang sama, dengan selisih kupon mencapai 140 basis poin (bps).

Untuk PUB tahap I ini, Pahala memastikan sudah mendapat persetujuan dari otoritas terkait dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu dalam penerbitan obligasi, sebagai penjamin pelaksana emisinya adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Securities‎‎.

“Ini baru PUB tahap 1, nanti kita akan rencanakan terbitkan PUB II pada kuartal I 2017 sebesar Rp 5 triliun juga, dan nanti yang PUB 3 baru sebesar Rp 4 triliun,” tutur Pahala. (liputan6.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here