Total Jaga Natural Decline Blok Mahakam Tak Lebih dari 15%

96
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BISNIS – PT Total E&P Indonesie memproyeksikan penurunan produksi alami (natural decline rate) Blok Mahakam tahun depan akan ditahan tidak lebih dari 15 persen. Hal itu dilakukan agar produksi tetap terjaga.

Vice President Human Resources Total E&P Indonesie, Arividya Novianto mengatakan produksi blok Mahakam di 2017 sudah dipastikan akan mengalami penurunan. Penurunan tersebut karena blok tersebut memang sudah tua (mature). Namun untuk tahun depan, perusahaan asal Prancis ini tetap memproyeksikan produksi gas cukup tinggi yakni di atas 1.400 MMSCFD.

“Iya 2017 menurun. Kan decline. Masih di atas 1.400 MMSCFD,” kata Novianto, saat ditemui di Kantor Menko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Novianto menjelaskan, dalam rencana kerja dan anggaran (Work Plan and Budgeting/WP&B), Total akan membahas upaya-upaya untuk menjaga penurunan tersebut bersama satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada September. Salah satu upayanya adalah usaha untuk tetap melakukan pengeboran pada sumur-sumur di blok tersebut.

Ia pun mencontohkan salah satu sumur di lapangan Tunu. Bila tidak dilakukan pengeboran, penurunan produksi di Lapangan Tunu bisa mencapai 50 persen.

“Selama ini kita mengebor sumur tapi tidak untuk menaikkan. Hanya untuk mempertahankan saja. Kayak lapangan Tunu. Kalau tidak dibor turun drastis bisa sampai 45 persen sampai 50 persen,” jelas Novianto.

Lebih lanjut, Novianto menuturkan, dengan tetap melakukan pengeboran di beberapa sumur yang ada di Blok Mahakam tersebut diyakininya dapat menjaga natural decline tidak lebih dari 15 persen. “Itu kita lakukan pengeboran buat intervensi eksplorasi untuk mempertahankan. Jadi penurunannya dijaga di bawah 15 persen,” jelas Novi.

Kendati demikian, Novianto mengakui, meskipun sudah dilakukan pengeboran tersebut tidak akan memberi dampak yang teramat signifikan terhadap produksi blok yang berada di Kalimantan Timur. Sebab, ditegaskannya umur blok itu memang sudah tua dan salah satunya cara untuk menjaga produksi adalah dengan melakukan pengeboran.

Ia juga menambahkan, meskipun juga ada rencana dari calon operator blok Mahakam yakni PT Pertamina yang akan mulai masuk investasi lebih awal di kuartal II-2017.

“Tujuannya itu (Pertamina masuk) kan agar produksi tidak anjlok. Tapi kalau turun ya tetap turun,” ucap Novi.

Sekadar informasi, masa kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Total E&P atas Blok Mahakam akan berakhir pada 31 Desember 2017. Setelah itu yakni pada awal 2018, Pertamina akan menjadi operator atas Mahakam tersebut.

(metrotvnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here