Mensos Perkenalkan Warung Elektronik di Bogor

69
0
SHARE
Mensos Perkenalkan Warung Elektronik di Bogor
Mensos Perkenalkan Warung Elektronik di Bogor

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program layanan bantuan Electronic-Warung Gotong-Royong (E-Warong) di Kota Bogor, Selasa (23/8).

Program layanan berbasis elektrik tersebut bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat dalam menerima bantuan sosial dari pemerintah. “Mudah-mudahan ini akan menjadi proses penjangkauan yang bisa lebih mudah dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” kata Khofifah di Balai Kota Bogor, Selasa (23/8).

Khofifah menambahkan, Kota Bogor sendiri merupakan kota pertama yang ada di Jawa Barat yang diluncurkan program Bantuan Sosial (Bansos) non tunai. “Dari proporsi data Kemsos, hitungannya adalah 1.000 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) proporsinya 1 warung. Disini ada 39.000 jadi ada 39 E-Warong untuk Kota Bogor,” jelasnya.

Hal tersebut bertujuan agar layanan prorgam ini terjangkau dan dekat oleh masyakat. Selain itu, diharapkan proses transaksi masyarakat yang menggunakan E-Warong dapat berjalan cepat. “Dari proses transaksi yang selama ini kita luncurkan, masayarakat hanya memerlukan satu menit untuk proses transaksi. Tapi itu juga didukung jaringan internet yang bagus,” terangnya.

E-Warong ini sendiri nantinya hanya ada empat item kebutuhan pokok yang dapat digunakan masyarakat yakni untuk membeli beras, telur, terigu dan minyak goreng. “Saldo di kartu ini ada Rp 105 ribu. Masyarakat hanya dapat membelanjakan uang tersebut untuk kebutuhan pokok. Supaya kartu ini tidak disalahgunakan dan lebih bermanfaat,” ungkapnya.

Selain kedua hal tersebut, kelebihan dari E-Warong ini masyarakat dapat melakukan proses pencairan dana dengan mudah melalui ATM karena terhubung di empat bank dari BUMN. “Kartu ini sudah terintergrasi dengan empat bank BUMN. Untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta yanh ditunjuk pemerintah komandannya bank BNI,” tambahnya.

Diharapkan dengan adanya kartu ini, memberi kemudahan akses masyarakat serta mampu meningkatkan jumlah bantuan sosial yang disalurkan secara non-tunai. “Saat ini dari pemetaan kita baru 63% wilayah di Indonesia yang dapat menerima kartu ini. Sisanya yang belum mendapatkan masih akan diberi bantuan tapi secara tunai,” pungkasnya.

(www.beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here