Dibanding Trump, Ekonom Lebih Percaya Hillary Clinton Urus Perekonomian AS

117
0
SHARE
Dibanding Trump, Ekonom Lebih Percaya Hillary Clinton Urus Perekonomian AS
Dibanding Trump, Ekonom Lebih Percaya Hillary Clinton Urus Perekonomian AS

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Kalangan ekonom di Amerika Serikat memandang kandidat calon presiden AS Hillary Clinton lebih memberikan dampak positif terhadap perekonomian AS ketimbang Donald Trump.

Hal ini berdasarkan survey yang dilakukan oleh National Association for Business Economics (NABE) terhadap 400 orang ekonom.

Berada pada peringkat kedua adalah kandidat Libertarian Gary Johnson. Sementara itu, Trump sendiri berada pada peringkat ketiga.

“Mayoritas (55 persen) memilih kandidat dari Partai Demokrat Hillary Clinton, diikuti di bawahnya (15 persen) adalah kandidat Libertarian Gary Johnson dan dari Partai Republik Donald Trump (14 persen). Adapun 15 persen lainnya menyatakan tidak tahu,” kata LaVaughn Henry dari NABE seperti dikutip dari CNN Money, Selasa (23/8/2016).

Hasil survei ini adalah salah satu tanda bahwa Trump sebenarnya kesulitan untuk berhubungan dengan komunitas bisnis meskipun ia sendiri memiliki rekam jejak sebagai konglomerat.

Dorongan Trump untuk melarang perdagangan dan imigrasi berkebalikan dengan anggapan ekonom bahwa AS seharusnya melakukan itu mendorong pertumbuhan.

Selain itu, Trump pun berjanji untuk memangkas pajak untuk korporasi. Ia ingin memangkas pajak korporasi dari 35 persen menjadi 15 persen.

Pada hakikatnya, janji pemangkasan pajak tersebut pastinya mendapat sambutan baik dari kalangan bisnis. Akan tetapi, kalangan ekonom mencemaskan hal yang lebih besar terhadap perekonomian. Imigrasi juga menjadi isu penting bagi kalangan ekonom.

Sebanyak 61 persen responden survei tersebut menyatakan AS harus mengizinkan lebih banyak imigran masuk, khususnya untuk para pekerja dengan keahlian unggul. Clinton sendiri berencana meningkatkan imigrasi pekerja berkeahlian tinggi dengan program visa H-1B.

Selain itu, 65 persen responden menyatakan presiden AS selanjutnya harus lebih terbuka terhadap perdagangan bebas, benar-benar berkebalikan dengan apa yang dielu-elukan Trump dalam kampanyenya.

Survei NABE melibatkan sekitar 414 orang ekonom yang bekerja di berbagai industri, mulai dari konstruksi hingga keuangan pada periode 20 Juli hingga 20 Agustus 2016.

Meskipun para anggota NABE lebih memilih Clinton untuk memimpin ekonomi, namun secara umum mereka menyatakan ketidakpastian dalam pemilu presiden tahun ini adalah terkait pertumbuhan ekonomi AS.

(kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here