Bocah 8 Tahun Tewas, Serangan Granat, Swedia, Internasional, Berita Terkini

84
0
SHARE
Bocah 8 Tahun Tewas dalam Serangan Granat di SwediaBocah 8 Tahun Tewas dalam Serangan Granat di Swedia
Bocah 8 Tahun Tewas dalam Serangan Granat di Swedia

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Seorang bocah berusia delapan tahun tewas dalam sebuah serangan granat ketika dia mengunjungi kerabatnya di Swedia.

Yuusuf Warsama, lahir di Birmingham dari orangtua berkebangsaan Belanda, sedang mengunjungi kerabat keluarga, bersama ibu serta saudara laki-laki dan perempuannya, di kota Gothenburg.

Saat Yuusuf dan keluarganya tidur di salah satu ruangan sebuah flat di Biskopsgarden, pinggiran kota Gothenburg, sekitar pukul 03.00 dini hari Senin (22/8/2016), sebuah granat dilemparkan ke flat di lantai tiga itu.

Saat pelemparan granat terjadi, di dalam ruangan itu terdapat setidaknya lima anak-anak dan beberapa orang dewasa.

Hanya Yuusuf yang terluka parah akibat ledakan granat itu dan bocah itu akhirnya meninggal dunia dalam perawatan medis di rumah sakit.

Ayah Yuusuf, Abdiwahid Warsame kepada harian Birmingham Mail membenarkan putranya tewas dalam serangan granat itu.

Abdiwahid menambahkan, dia masih menunggu kabar dari kepolisian Swedia terkait tragedi yang menimpa putranya itu.

Sementara itu juru bicara kepolisian Swedia, Thomas Fuxborg kepada harian The Local mengatakan, kepolisian sedang menyelidiki kasus tersebut.

Dia menambahkan, bangunan flat di daerah itu memang banyak dihuni mantan narapidana yang melakukan tindakan kejahatan serius. Polisi menduga insiden ini adalah sebuah balas dendam.

“Seseorang melemparkan granat lewat jendele ke ruang keluarga. Bocah itu bukan anggota dari keluarga yang tercatat tinggal di flat itu,” kata Fuxborg.

“Ini mengerikan sebab dari luar tak mungkin mengetahui siapa saja yang ada di dalam flat. Itulah sebabnya serangan ini malah memakan korban yang tak bersalah,” tambah Fuxborg.

Fuxborg mengatakan, salah satu penghuni flat yang dikunjungi Yuusuf pernah terlibat dalam aksi penembakan fatal tahun lalu.

“Kami harus memeriksa apakah kejadian ini terkait dengan insiden tahun lalu. Menurut teori kami bisa jadi kedua insiden ini saling terkait,” tambah Fuxborg.

(kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here