Bantu Damayanti, Julia dan Dessy Dituntut 5 Tahun Penjara

131
0
SHARE
Bantu Damayanti, Julia dan Dessy Dituntut 5 Tahun Penjara
Bantu Damayanti, Julia dan Dessy Dituntut 5 Tahun Penjara

BHARATANEWS.ID | POLITIK – Julia Prasetyarini alias Uwi dan Dessy Ariyati Edwin dituntut masing-masing lima tahun penjara, denda Rp200 juta, subsider tiga bulan kurungan. Keduanya dinilai terbukti menerima duit dari Direktur PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir.

“Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara menyatakan terdakwa Julia Prasetyarini alias Uwi dan Dessy Ariyati Edwin terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupai jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP,” kata Jaksa Iskandar Marwanto saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2016).

Iskandar menjelaskan, dari fakta persidangan diketahui setelah mengenal anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti, Dessy dan Uwi dipercaya mendampingi dalam kegiatan Damayanti selaku anggota DPR.

Pada Agustus 2015, Damayanti dan beberapa anggota Komisi V kunjungan kerja ke Maluku. Dalam pertemuan itu, Damayanti berkenalan dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional IX Kementerian PUPR Amran Hi Mustary.

Usai kunjungan kerja tersebut, Dessy dan Uwi kerap ikut pertemuan dengam Damayanti bersama Fathan, Alamudin, Dimyati Rois, Amran, Abdul Khoir dan Komisaris PT WTU, Jayadi Windu Armita. Pertemuan membahas realisasi penempatan kegiatan program aspirasi anggota Komisi V di wilayah Kerja PBJN IX.

Dalam beberapa kali pertemuan disepakati program aspirasi Damayanti, pekerjaan pelebaran jalan Tehoru-Laimu senilai Rp41 juta, serta program anggota DPR Fraksi Golkar Budi Supriyanto, pekerjaan rekonstruksi jalan Werinamu-Laimu senilai Rp50 juta. Masing-masing anggota bakal mendapat enam persen dari nilai proyek.

“Julia dan Dessy yang ditunjuk oleh Damayanti dan Budi untuk menindaklanjuti komitmen akan diberikan fee masing-masing satu persen,” ujar Iskandar.

Pada 25 November, komitmen fee buat Damyanti keluar. Abdul menyerahkan duit tersebut kepada Damayanti, Dessy, dan Uwi. “Yang kemudian dibagi-bagi dengan perincian bagian Damayanti SGD245,700 sedangkan bagian terdakwa masing-masing SGD41,150,” kata Iskandar.

Selanjutnya, untuk memenuhi permintaan uang Damayanti buat Pilkada Jawa Tengah, Abdul menyerahkan Rp1 miliar. Duit sejumlah Rp600 juta dibagi untuk calon wali kota Semarang Hendrar Prihadi Rp300 juta, calon bupati Kendal Widya Kandi Susanti Rp150 juta, dan calon wakil bupati Kendal Gus Hilmi Rp150 juta

“Sedangkan sisanya Rp400 juta dibagikan kepada Julia dan Dessy masing-masing Rp100 juta dan untuk Damayanti Rp200 juta,” tambah Jaksa.

Uwi dan Dessy yang dipercaya mengurus komitmen fee milik Budi beberapa kali menghubungi Abdul untuk menyiapkan SGD404,000. Setelah sepakat, Abdul menyerahkan uang kepada Uwi dan Dessy.

“Setelah itu terdakwa memisahkan uang Budi SGD305,000, sedangkan sisanya sejumlah SGD99,000 dibagi tiga. Masing-masing sejumlah SGD33,000 untuk terdakwa, Damayanti, dan Dessy,” ujar Jaksa.

Adapun keduanya diberatkan karena terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat memberantas tindak pidana korupsi. Sedang diringankan karena mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya, telah ditetapkan sebagai Justice Collaborator, sudah mengembalikan hasil kejahatan, belum pernah dihukum dan berlaku sopan dalam persidangan.

Terkait tuntutan jaksa, keduanya bakal mengajukan pledoi atau nota pembelaan.

(metrotvnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here